skip to main | skip to sidebar
Showing posts with label SAHABAT. Show all posts
Showing posts with label SAHABAT. Show all posts

Aug 13, 2012

Selamat Ultah Ya Bol

Saya sering kali tak dapat banyak mengingat hari ulang tahun satu-persatu sahabat alias teman-teman. Makanya tadi ada sahabat saya yang nginbox via facebook, kira-kira inboxnya kaya gini:
- Si Bol: "Bang,pdhl hari ini gw ultah Ɣªήğ ke 23,tgl 13 agstus..tp cm 1 org Ɣªήğ baru ngucapin...gw g nyantumin tgl lhr gw di fb,jd bnyk Ɣªήğ g tw..sedih jg..tp..emg ini si Ɣªήğ gw mw.."
- Saya: "Ya Allah, kenapa lo ga bilang2..???
Sungguh masa depan itu memang ada karena kau telah berhasil melewati satu 1 tahun lagi masa usiamu. Selamat ulang tahun bol, panjang umur buat lo
Lo mau hadiah apa dari gw.?"

- Si Bol: "Hahaha... Mksh .°. Ϋαα bang... Gw emg g mw ada Ɣªήğ tw.. Tp sedih jg siii.. Tp gpp.. Gw g mw apa2 bang, Cm pen nope lu aja,hahaha..."
- Saya: " nih no epon gw : 08xxxxxxxx, Lo mah kaya gitu lagian kenapa juga tanggal ultah lo disembunyiin,,, haduh"

Di hari ini tanggal 13 augustus 2012 Si Bol merayakan hari kelahirannya. Entah kenapa ada rasa sedih dan haru menggelayuti perasaanku. Tiba-tiba saja aku hampir menitikkan air mata (sorry agak lebay :D) ketika teringat masa-masa lampau jauh kebelakang tahun barengan menggembel sama dia. Ternyata sudah sekian tahun dan lama tak kontak, ternyata oh ternyata dia masih menyimpan note yang kala itu dia masih menjabat sebagai pengacara insomnia di kantor advocasi terkemuka di jakarta. Kebanyakan kita punya teman akan menghampiri, menyapa dan berbasa-basi dengan kita disaat kita lagi senang dan lagi tak ada masalah, tapi disaat kita jatuh, paceklik dan lagi dikerubuni masalah tak ada seorang pun teman mau menghampiri kita yang tadinya acapkali hadir dalam keseharian, seakan-akan mereka tidak mau tahu. Tapi beda jauh sama bocah (baca: si bol) yang satu ini, kalo diajak ngomong manis oke, diajak ngomong pait pun oke juga masuk, ga nyesel punya temen seperti si bol ini. Selalu setia disaat suka dan duka.

:D.

Dia orang yang baik, perempuan yang sederhana, lurus, jujur dan sedikit ngawur, kadang terlihat polos hingga dewasa pun kadang tingkah kekanakkannya masih ada tetapi tidak dengan pemikirannya, dia bisa berpikir bijak, dewasa, jeli, tidak cengeng dan galak sama cowok :D. Dia pun sangat ngfans banget sama Naruto, makanan kesukaannya kue pancong, kebiasaan jeleknya seringkali makan sambil ngupil dan kalo tidur dia seringkali pake sepatu sport kesayangannya :D


Saya yakin dalam kehidupan kesehariannya dia tak terlepas dari ujian, karena dulu dia pernah sedikit bercerita tentang siapakah dirinya, tetapi dia bisa melewati cobaan-cobaan itu dengan penuh kesabaran.

Selamat ulang tahun sahabatku. Semoga disisa umurmu senantiasa dirimu diberi kesehatan dan diberi umur yang berkah dan bisa bermanfaat bagi orang lain.

Nih foto orangnya:
si bol
(Foto si bol lagi ngelamun jorok di lantai 100, pinggir jendela di salah satu gedung kenamaan tempat dia kerja)

Sahabat, Engkaulah Inspirasiku

Ada kalimat mengatakan bahwa sahabat itu seperti sebuah keluarga. Tetapi buat saya pribadi sahabat itu tidak sama dengan keluarga. Kenapa demikian.? pada saat kita lahir kita tidak bisa memilih di keluarga mana kita ingin dilahirkan. Kita tidak bisa memilih bahwa kita ingin dilahirkan oleh Ibu yang cantik, muda, mampu mendengarkan dengan baik atau penyayang dengan penuh ketulusan.
Kita tidak bisa memilih ingin memiliki Bapak yang kaya, tenar dan ternama atau baik hati. Kita tidak bisa memilih ingin kakak atau adik yang seperti apa, serta tidak bisa pula memilih ingin paman atau bibi yang seperti kehendak kita. Kita notabene terlahir dalam keluarga yang memang "ditakdirkan" untuk menjadi keluarga kita.

Berbeda dengan sahabat, Kita mungkin bertemu sahabat kita di sekolah. Kita mungkin bertemu sahabat kita di lingkungan rumah. Kita mungkin bertemu sahabat kita di tempat olahraga. Kita mungkin bertemu sahabat kita di facebook Atau bahkan mungkin secara "kebetulan" bertemu dengan sahabat kita di salah satu acara tak terduga. Dengan sahabat kita pertemuan pertama mungkin belum menjadikan kita sebagai sahabat. Butuh waktu untuk menjalin jalinan ikatan yang ada. Mungkin membutuhkan beberapa pertemuan untuk kemudian merasa clicked dan cuco satu sama lain. Membutuhkan waktu yang lebih lama lagi bahkan mungkin untuk pada akhirnya satu sama lain bisa saling menceritakan rahasia masing-masing.

Ketika semua ini tidak berjalan dengan mulus, kita bisa saja "memutuskan" untuk tidak bersahabat dengannya and simply walk away. Toh kita tidak memiliki ikatan apapun, seperti ikatan keluarga. Toh kita tidak terlahir dengan sabahat itu, seperti kita terlahir dengan keluarga kita.
Sehingga dengan kata lain, kita pada dasarnya bisa memilih sahabat kita, tidak seperti dengan keluarga.

Lalu kalau begitu apa yang menyatukan seluruh sahabat-sahabat yang ada di dunia ini ya?
Apakah kecocokan diantara mereka..?, Apakah rentang waktu panjang yang telah terjalin...?, Apakah kondisi yang ada...?

Nih saya kasih contoh: Dalam film animasi Madagascar (tau kan film apa itu.? Klo ga tau kelaut aja lah), alkisah ada empat sahabat yang terbentuk akibat kesamaan lokasi. Mereka berempat sama-sama ditempatkan di Central Park Zoo dengan kandang yang berdekatan satu sama lain. Seperti layaknya individu dengan beragam keunikan masing-masing, ke empat sahabat binatang ini pun memiliki sifat yang berbeda satu sama lain.


Ada Gloria, si kuda nil betina yang dilahirkan di Central Park Zoo dan diceritakan sebagai kuda nil yang cantik pisan, menjadi pujaan banyak kuda nil lain, independen, pandai dan tahu apa yang ia inginkan serta bagaimana memperoleh keinginannya.

Kemudian ada pula Melman. Seekor jerapah yang menderita Hipokondriak (klo ga salah itu salah satu gangguan psikologis, dimana penderita selalu merasa ada yang salah pada dirinya secara fisik sehingga berulang kali memeriksakan dirinya ke dokter, walaupun kemudian dokter tidak menemukan ada yang salah pada dirinya). Sebelum ditransfer ke Central Park Zoo, Melman dibesarkan di Bronx Zoo yang mengakibatkan ia kemudian merasa lebih tahu "dunia luar" dibandingkan ketiga temannya.

Lalu Marty sang kuda zebra yang penuh mimpi dan berjiwa petualang. Dia terus-menerus berpikir mengenai dunia di luar Central Park Zoo dan tergelitik untuk mengetahui bagaimana rasanya tinggal di hutan lebat. Akibat dirinya pulalah maka keempatnya lalu (dengan segala kekonyolan yang ada) sukses keluar dari Central Park Zoo untuk kemudian memulai petualangan yang tak terpikirkan sebelumnya.

Terakhir adalah si Alex. Sejak dilahirkan si Alex sudah terlahir untuk menjadi tenar. Ia terlahir dari seorang Ayah dan Ibu yang merupakan pemimpin sebuah suku yang terpandang. Ketika ia kemudian mengalami kesialan tertangkap oleh seorang pemburu yang menjualnya ke Central Park Zoo, ia pun tidak lantas kehilangan pamor. Ia menjadi pusat perhatian di kebun binatang tersebut akibat kelihaiannya berdansa. Ia selalu menjadi Raja di segala tempat.

Hubungan persahabatan di antara mereka tidak berjalan mulus begitu saja. Mereka kadang mengeluhkan kecenderungan Melman yang terus-menerus meributkan kondisi kesehatannya dan mengganggu saja dengan segala keluhan ceritanya. Mereka juga kadang pusing dengan Gloria yang bersikap sok pintar dengan segala kemanjaannya. Mereka pun akhirnya harus "terjun bebas" terpaksa keluar dari zona kenyamanan mereka di Central Park Zoo akibat mengikuti jejak Marty. Dan tentunya, mereka seringkali mual dan sebal dengan sikap Alex yang terus-menerus merasa dirinya Raja sehingga berhak untuk selalu memperoleh perhatian dari setiap umat yang mereka temui di perjalanan pertualangan mereka.
Pertikaian tidak terelakan.
Gerutuan ada berulang kali.
Pergumulan bahkan sempat terjadi.
Dan pada satu titik mereka siap untuk meninggalkan satu sama lain.
Mereka siap untuk memilih sahabat lain.

Disinilah menurut saya letak ujian sebuah persahabatan. Dari sebuah film animasi konyol (kesukaan ponakan saya) kita justru jadi mampu untuk belajar banyak mengenai persahabatan. Ketika orang yang ada dalam lingkungan persahabatan kita rasanya tidak layak (lagi) untuk menyandang titel sebagai sahabat kita, apa yang kemudian akan kita lakukan...?

Pada titik inilah buat saya juga kebesaran hati dan kemauan semua sahabat terkait untuk saling jujur,berbagi, introspeksi diri dan belajar untuk berubah menjadi teruji. Klo saya sih selalu percaya bahwa dalam segala krisis TIDAK PERNAH ada HANYA salah satu pihak yang bersalah. Mau seberapa besar atau kecil porsinya, semua pihak memiliki kontribusi dalam krisis tersebut.

Kembali ke kartun :
- Jika saja, ketika itu Alex, sang Raja tidak mau berbesar hati mengakui betapa congkak dirinya selama ini, mungkin ke empat sahabat tersebut sudah bubar jalan.
- Jika saja, ketika itu Marty tidak mau berbesar hati memaafkan Alex, mungkin cerita persahabatan Madagascar sudah berakhir total.
- Jika saja ketika itu baik Melman maupun Gloria tidak memiliki niat yang tulus untuk saling membuka mata dan bersikap jujur mengakui porsi masing-masing dalam krisis yang terjadi, mungkin kita tidak akan lagi melihat persahabatan diantara mereka.

Buat saya pribadi, dan ini benar-benar pengalaman dan pernyataan pribadi (sorry curhad dikid), sahabat bisa terus berjalan bersama tanpa mengenal jarak, waktu dan kondisi karena adanya toleransi serta keterbukaan di antara mereka serta keinginan yang cukup untuk tetap bersama. Saya tidak menyarankan tentunya untuk terus bersama dengan seseorang bertitel sahabat jika hubungan tersebut sudah saat tidak sehat dan satu sama lain saling menyakiti setelah berjalan sekian lama dan sudah berulang-ulang kali proses rekonsiliasi (sorry bahasanya kacau) yang terjadi gagal tanpa membuahkan perubahan positif yang signifikan.

Kalau demikian kondisinya, tentu mungkin akan lebih baik jika para sahabat tersebut mulai berpikir memilih jalurnya masing-masing. Namun kalau katakanlah kita baru saja bertemu dengan orang tersebut dan baru saja mau memulai merintis hubungan persahabatan, kemudian ada krisis yang terjadi, lalu tanpa tedengaling-aling asyik saja memutuskan hubungan yang ada, wadaw...!

Pertanyaannya mungkin hanya dua biji saja: Kita yang tidak mau membuka diri untuk mencoba berusaha dahulu mempertahankan hubungan yang ada ATAU memang orang tersebut sedemikian tidak bergunanya untuk diperjuangkan...? Tetapi kalau rentang waktu untuk mengenal satu sama lain masih dalam hitungan jari, darimana kita tahu secara pasti bahwa orang tersebut memang tidak layak untuk dipertahankan.....?

Siapa kah kita sebegitu congkaknya dalam jarak waktu super duper pendek prikitiw tersebut dapat memutuskan bahwa orang tersebut layak atau tidak layak untuk menjadi sahabat kita...? Kita memang memiliki hak untuk memilih siapa sahabat kita. Masalahnya sesudah kita memilih apakah kemudian kita mau mempertahankannya..?

Banyak kumpulan sahabat yang mungkin baru beberapa bulan "terbentuk" atau mungkin juga sudah sekian lama terbentuk lalu bubar jalan begitu saja karena beragam faktor. Ketika itu terjadi, pertanyaannya adalah apakah kita mau berjuang untuk mencoba terlebih dahulu memperbaiki kondisi yang ada atau malah dengan gampangnya memisahkan diri dari orang yang dulu sempat masuk daftar sahabat kita...?

Toh kita tidak terlahir dengan sahabat itu kan? So dengan "mudah" pula kita bisa say bye bye dong sama beliau. Tetapi yang perlu disadari kalau memang kita selalu dengan mudahnya say bye bye ke setiap orang yang kayaknya tidak cocok dengan kita, lalu kapan kita pernah bisa benar-benar dekat dengan orang lain ya...? Kapan kita benar-benar bisa belajar berkembang menjadi individu yang lebih baik...?

Saya sih jujur aja tidak ingin berteman dengan individu yang membuat saya nyaman terus-menerus. Saya jujur lebih memilih untuk bersahabat dengan individu yang mampu untuk membuat saya memperluas zona kenyamanan saya dan mendorong saya untuk belajar lagi, lagi serta lagi dan terus-menerus tanpa henti.

Saya pernah beradu mulut (bahasa latinnya "cek cok") dengan salah seorang sahabat saya. Saya pernah meninggalkan sahabat saya yang lain seorang diri dalam sebuah pertikaian di antara kami. Saya pernah stop mogok bicara (bahasa sundanya: ereun ngabacokak) selama beberapa bulan dengan sahabat saya, pula akibat sebuah krisis. Saya pernah (dengan jujur mengakui) meng-abuse sahabat saya dengan segala sifat kekanak-kanakan saya. Dan entah bagaimana ia bertahan melewati itu semua & stand by me until today...! Mamma mia....!

Hidup ini seperti sebuah lingkaran kebaikan. Ada orang yang pernah memberikan kita sebuah kebaikan. Lalu mengapa kita tidak meneruskan kebaikan tersebut kepada orang lain. Tak terhitung sudah kebaikan yang diberikan oleh sahabat-sahabat saya kepada saya, sehingga rasanya dengan ikhlas dan penuh suka cita saya pun ingin membaginya dengan setiap orang yang saya temui. Saya berusaha untuk tidak bersikap pemilih. Memilih mana yang berhak untuk mendapatkan kebaikan saya dan mana yang tidak. Karena saya tidak mampu membayangkan jadi apa saya hari ini kalau saja ketika itu sahabat saya memutuskan untuk berbuat kebaikan TETAPI TIDAK sama saya.

Dalam hidup ini pun tidak ada yang permanen. Satu-satunya yang permanen justru perubahan itu sendiri. Sahabat yang kita miliki saat ini mungkin sudah berubah jauh dari sahabat yang dulu kita pertama kali kenal. Sahabat yang kita miliki pun mungkin akan pergi jauh sekali akibat dari perubahan hidupnya. Dalam perjalanan persahabatan yang kita miliki, segala perubahan mungkin terjadi.

Pertanyaannya hanya seberapa kokoh persahabatan yang telah terbentuk. Seberapa besar kita mau untuk berjiwa besar sama-sama saling menyesuaikan dengan kondisi yang berubah. Banyak kemudian yang enggan untuk membuka diri, sadar maupun tidak sadar, karena takut akan perubahan tersebut. Tetapi prinsip saya tetap sama, tidak peduli lima menit atau lima puluh tahun, saya lebih baik membuka diri mengenal orang tersebut, belajar selama masih diijinkan untuk belajar bersamanya, daripada saya menutup diri dan tidak mengenal orang tersebut sama sekali.

Ketika mungkin perubahan mungkin tak terelakkan (sorry banyak "mungkin"nya) serta harus terjadi, saya malah merasa perubahan tersebut adalah wadah bagi saya untuk belajar tentang hal yang baru. Membentuk sebuah kelompok sahabat memang adalah hal yang sangat mudah. Mempertahankannya adalah hal yang lain lagi.

Saya bersyukur memiliki sahabat-sahabat yang ada tidak hanya ketika saya bersikap manis, namun juga ketika saya sedang menunjukkan sisi setan saya. Saya bersyukur memiliki sahabat tidak hanya ketika saya sedang tertawa namun juga ketika saya harus menangis meraung-raung. Saya bersyukur memiliki sahabat yang mampu dengan pedasnya menunjuk-nunjuk saya ketika saya dengan bodohnya bersikap. Saya bersyukur saya masih mampu untuk saling terbuka dengan sahabat dan belajar bersama-sama untuk terus menjadi individu yang lebih baik. Saya bersyukur memiliki sahabat yang menjadi pasangan saya untuk belajar dan berkembang.


Seperti saat ini, karena sahabat-sahabat saya lah maka saya terinspirasi untuk menulis kembali. Kegiatan yang saya cintai dan sayangnya mungkin sudah lima bulan ini vakum saya lakukan. Karena mereka lah jari-jari saya kembali tergerak untuk mengasah kemampuan merangkai kata demi kata.




Terima kasih Sahabat, Engkaulah Inspirasiku..

Mar 3, 2012

Temanku Bukan Sahabatku

Ternyata tidak semua teman bisa atau mau mendengarkan masalah kita. Boro-boro bantu, mendengarkan saja udah kagak mau (sorry, belum apa2 saya udah ngamuk2). Karena memang sih kita akui kalo manusia ini terkadang egois, hanya memikirkan diri sendiri, jarang peduli sama yang lain. Saat senang aja mau deket, eh...pas kita lagi susah pura-pura ga’ tau atau malah sok sibuk.

Mencari teman kalau untuk bersenang-senang itu mudah didapat. Contoh: kita punya duit, saya yakin gampang sekali mencari teman. Tetapi apabila kita sedang tidak ada duit, apa mungkin mereka masih bersama kita, atau bisa jadi mereka akan meninggalkan kita.
Bener kata "Bang Haji" lewat lirik lagunya: "Mencari teman memang mudah ‘Pabila untuk teman suka, Mencari teman tidak mudah ‘Pabila untuk teman duka".

Nah mencari teman untuk berbagi kedukaan/kesusahan itu yang paling susah. Mana ada teman yang mau diajak untuk susah, mana ada teman yang mau mengerti dengan masalah kita. Buat saya, teman tidaklah harus seseorang yang kita kagumi lebih baik dari kita, ataupun merupakan cerminan dari diri kita. Buat saya, teman adalah seseorang yang bisa menerima kita saat kita ingin menjadi diri kita sendiri. Buat saya, teman adalah seseorang yang bisa membuat kita merasa nyaman ada didekatnya. Banyak orang yang telah menikmati indahnya pertemanan, namun ada juga yang begitu hancur karena dikhianati temannya.

zalarsip
...aku tidak ingin menuntut terlalu banyak pada seorang teman, karena saya sendiri pun belum tentu bisa seperti apa yang teman saya harapkan…

Tapi ada loh orang yang setia banget sama seseorang, baik dikala sedih apalagi disaat susah. Iya...seseorang tersebut biasa kita sebut SAHABAT.

Persahabatan tidak terjalin secara otomatis tetapi membutuhkan proses yang panjang seperti besi menajamkan besi, demikianlah sahabat menajamkan sahabatnya, Berteman bagai ulat, Berharap jadi kupu-kupu layaknya proses metamorfosa seperti lirik lagu Sindentoska – Kepompong. Proses dari teman menjadi sahabat membutuhkan usaha pemeliharaan dari kesetiaan, tetapi bukan pada saat kita membutuhkan bantuan barulah kita memiliki motivasi mencari perhatian, pertolongan dan pernyataaan kasih dari orang lain, tetapi justru ia peka dan berinisiatif untuk memberikan dan mewujudkan apa yang dibutuhkan oleh sahabatnya itu.

Sahabat itu tidak bisa dicari disaat senang, tapi ia ada disaat susah. Hanya mereka yang ada disaat susah itulah yang pantas kita sebut sahabat, mereka adalah orang-orang yang telah teruji keikhlasanya dalam bersahabat. Mereka adalah orang-orang yang fotonya kita miliki dan wajahnya selalu ada di mata kepala dan mata hati kita. Mereka adalah orang-orang yang tidak akan menertawakanmu atau menyakitimu, dan jika mereka benar-benar menyakitimu, mereka akan berusaha keras untuk memperbaikinya.

Kerinduannya adalah menjadi bagian dari kehidupan sahabatnya, karena tidak ada persahabatan yang diawali dengan sikap egoistis. Semua orang pasti membutuhkan sahabat sejati, namun tidak semua orang berhasil mendapatkannya.

Sebagai makhluk sosial tentunya manusia memerlukan manusia lainnya, namun seiring dengan perjalanan jiwa dan raganya maka manusia kadang melupakan arti dari sosial itu, atau dengan kata lain sahabat sejati dan disini memang diperlukan kematangan memahami makna hidup agar tercipta kebahagian dan kedamaian. Memang sahabat sejati dalam dunia nyata sulit kita dapatkan, kadang kita telah memberikan bantuan kepada orang lain, tapi orang tersebut berprasangka buruk. Namun dari semua itu adalah yang penting niatnya yang tulus ihklas dan baik adanya..



....sahabat bukan hanya sekedar teman main, tapi pemberi support dikala lemah....sudahkah menjadi sahabat yang ikhlas bagi sahabatmu....??

Jun 1, 2011

Arti Sahabat

Apakah itu sahabat?
Apa arti dari sebuah persahabatan?

Image and video hosting by TinyPic
Banyak yang bilang sama saya, kalau sahabat itu adalah teman yang memang dekat. Ada juga yang bilang kalau sahabat itu adalah seseorang atau kelompok yang kemana-mana selalu bareng. Tetapi ada salah satu sahabat saya bilang, kalau sahabat itu adalah teman dalam suka dan duka dan juga tapi tahu batas dimana suatu saat ketika teman dapat masalah, kita harus membiarkan dia mengatasi masalahnya sendiri agar teman kita tersebut tumbuh lebih matang dan mandiri. Tapi terkadang juga saya dengan entengnya menyebut, dia itu sahabat saya. Tapi ketika ditanyai hal ini dan itu tentang sahabat saya yang berhubungan dengan keluarga, pendidikan dan lain-lain, saya bingung jawabnya. Hehehe

Nah dari situ saya mikir, apa saya ini sahabat yang baik?
Apa saya pantas disebut sahabat?
Karena saya menganggap sahabat adalah orang yang bisa melihat kita dari hati ke hati, bukan karena tampang, materi, latar belakang, pendidikan dan lain-lain. Karena itu saya memang jarang menanyakan hal-hal yang berbau privacy ke sahabat-sahabat saya. Saya lebih menyenangi peran sebagai pemberi masukan dan penerima keluh kesah sahabat-sahabat saya. Bukannya saya orang yang nggak peduli dan nggak mau tau, tapi menurut saya persahabatan bukan dinilai dari sedalam apa kita bisa tau tektek bengek tentang sahabat saya itu, melainkan sedalam apa kita memahami orang tersebut. Betul ga sih..??

Setiap orang termasuk saya sendiri pernah ngerasain pahitnya persahabatan ketika saya ucap, bahwa "dia adalah sahabat saya", ternyata dia hanya memanfaatkan apa yang saya punya dan lain-lain. Ingat, ketika saya sedang jatuh tersungkur, dia malah meninggalkan karena merasa gak ada yang bisa diberikan oleh saya. Pedih rasanya kalau teringat hal itu :(

Apakah cuma segitu arti persahabatan?
Suatu ketika saya bilang si X adalah sahabat saya. Ketika X ditanyakan, siapa sahabat kamu?, lantas si X menjawab A, B, C namun tidak menyebutkan nama saya.

Nah... dari sini saya mencoba duduk termenung sambil mikir ulang kebelakang.
Apakah saya bukan termasuk sahabatnya?
Apa saya bukan sahabat yang baik?
Hal ini sering terbesit dalam benak saya Teman saya banyak.
Saya pergi dengan teman-teman yang berbeda.
Namun apakah mereka adalah sahabat saya?
Karena terkadang teman untuk hang out berbeda dengan sahabat. Ada salah satu sahabat saya mengirim sms, kutipannya sebagai berikut: “gw nggak ngarep buat jadi orang yang terpenting dalam hidup elo, coz itu permintaan yang terlalu besar. Gw cuma ngarep kalau suatu hari nanti elo dengar nama Gw, elo bakal tersenyum dan bilang, dia adalah sahabat saya.”
Daaaaamn...!
Itu benar-benar merasuk ke hati saya. Itulah kata-kata yang saya cari. Saya tidak butuh pernyataan apa-apa. Tapi ketika ada orang menyebutkan nama saya, ia akan bilang “si alex adalah sahabat saya”. Saya nggak perlu menyebutkan siapa-siapa aja sahabat saya, because you know who you are.

Buat saya, sahabat adalah orang yang menganggap saya sebagai sahabat. Kita tidak perlu nyebutin sahabat saya adalah X, A, B, C, dll. Karena 1 nama saja terlupakan, orang itu pasti akan sedih.
Betul gak.??
Begitupun sebaliknya. Kalo sahabat kamu menyebutkan nama-nama sahabatnya namun lupa untuk menyebutkan nama kamu, kamu pasti sedih. Karena itu saya cuma bisa dibilang orang-orang yang merupakan sahabat saya adalah orang-orang yang menganggap saya sebagai sahabat.

Nah ini adalah kutipan pernyataan dari seorang sahabat:
----Seorang teman tetap memberi ruang gerak pribadi, privacy sebagai seorang manusia. Dan kita akan berasa deket dengan dia walaupun ga ketemu dan ga kontak dalam waktu yang lama. Karena pertemanan itu pada dasarnya dari ikatan hati. Ga bakalan ilang walaupun dimensi jarak memisahakan kita. Kita harus mengakui bagaimanapun juga kita ga bisa menghilangkan dia dari hati kita. Dan tanpa teman, kita ga akan seperti sekarang ini----

Kalau menurut wikipedia adalah sebagai berikut
 

personal blog Copyright © 2011 | Template created by O Pregador | Powered by Blogger