skip to main | skip to sidebar
Showing posts with label ISLAM. Show all posts
Showing posts with label ISLAM. Show all posts

Aug 28, 2012

Waspadalah: Syetan Sudah Merapatkan Barisan, Siap Kembali Menyerang

Konon, para syetan menggelar rapat di hari terakhir Ramadhan. Masih dalam kondisi terbelenggu, mereka melakukan konsolidasi menjelang dimulainya lagi operasi penyesatan yang akan berlangsung sebelas bulan.

Setan
“Ini adalah hari terakhir kita dibelenggu. Besuk kita akan terbebas untuk kembali menyerang orang-orang Islam. Selama satu bulan ini, mereka telah ditempa dengan tarbiyah Ilahiyah. Mungkin mereka akan menjadi lebih kuat. Mungkin mereka telah berubah laksana kepompong yang menjadi kupu-kupu indah. Namun kita tak boleh kalah. Kita tak boleh menyerah. Karena itu, kemukakan pendapat kalian,”

Sang Jenderal syetan memulai rapat dan meminta pasukannya menyampaikan pendapat.
“Jenderal…,” pekik salah satu syetan, “kita semua di sini menjadi sangat kurus karena satu bulan dibelenggu. Kita tidak bisa makan bersama orang-orang yang makan tanpa berdoa, lalu kita menumpangi mereka, kita tak bisa ikut bersetubuh bersama orang yang berzina maupun suami istri yang melakukannya tanpa adab dan doa. Karenanya harus ada peningkatan semangat penyesatan. Sebagai manifestasi balas dendam dan ganti rugi kita selama sebulan.”
“Baik! Itu tambahan motivasi bagi kita. Adakah yang memiliki strategi baru atau usulan langkah teknis?” Sang Jenderal merespon usulan pasukannya itu.
“Saya, Jenderal!” kata syetan yang lain.
“Silahkan”
“Memang benar ada orang-orang yang nantinya berubah. Memang benar ada orang-orang yang berhasil bertahan dalam istiqamah. Ramadhan bagi mereka benar-benar menjadi barakah. Namun jumlahnya tidak banyak. Kita tak perlu khawatir, karena manusia yang tidak seperti itu jumlahnya jauh lebih banyak. Mereka hanya hebat di bulan Ramadhan. Hanya manusia ramadhani, bukan manusia rabbani. Karenanya, mereka akan mudah kita goda. Bahkan sejak hari pertama Ramadhan berlalu. Lihatlah nanti. Kata-kata saya pasti terbukti. Di hari pertama, akan saya giring orang-orang untuk berhari raya dengan pesta pora dan foya-foya. Akan saya bisikkan bahwa hari raya adalah hari kebebasan dari beban sebulan. Maka mereka akan merayakan Idul Fitri dengan musik, nyanyian dan bergoyang. Meskipun selama sebulan saya dan tim dibelenggu, hipnotis saya selama sebelas bulan telah mendarah daging. Dan saya mendengar manusia-manusia tipe ini hari ini telah menyiapkan tempat, menyebar publikasi, mendirikan panggung, mengundang artis, dan sebagainya. Hari pertama syawal mereka langsung akan bermaksiat. Artisnya bernyanyi dengan pakaian ketat. Musiknya berdendangdengan nada syahwat. Penontonnya akan terbius dalam imajinasi sesat. Ini bukan hanya kemenangan tim saya. Tapi kemenangan syetan seluruhnya!”
Tepuk tangan mengiringi pidato yang berapi-api ini. Wajah sang Jenderal tampak puas. Ia ingin mengomentari, tapi sebelum keluar sepatah kata. Syetan lain telah mendahuluinya.
“Saya juga telah menyiapkan rencana, Jenderal..! Rencana ini tidak kalah destruktif dari rencana saudara kita tadi. Saya dan tim telah siap untuk menghidupkan kembali pos-pos kemaksiatan yang selama sebulan ini ditutup; lokalisasi, tempat-tempat judi, bar-bar, tempat karaoke, panti pijat plus, dan sejenisnya. Akan kita tanamkan kepada para pengelola agar mereka segeramembuka tempat bisnisnya. Kalau tidak, tentu kerugian besar akan mereka alami dan itu berbahaya. Kalaupun pihak berwenang seakan-akan tidak mau mengizinkan, kita akan bisikkan kepada mereka untuk memberikan THR sebagai suap yang tidak kentara. Kita juga akan bisikkan pula kepada pihak berwenang agar membuka. Bukankah THR sudah diterima, dan kalau tetap ditutup dapat dari mana mereka tambahan penghasilan sebanyak itu? Tidak cukup itu. Dengan alasan yang sama, ekonomi, kita juga akan membisikkan pada para wanita yang menjajakan dirinya untuk kembali bekerja. Atau mereka hanya menjadi miskin di desa. Kalau perlu, kita bisikkan agar mereka menjadi agen kita. Turut merayu wanita lain melakukan pekerjaan yang sama. Lalu kepada para tamu, pelanggan, customer, atau apapun namanya, kita hembuskan hawa kerinduan kepada mereka. Kita bisikkan bahwa di bulan Syawal mereka telah bebas. Tentu ini juga kemenangan syetan seluruhnya!”
syetan itu menutup pidatonya dengan kalimat yang hampir sama seperti pendahulunya. Tepuk tangan yang lebih meriah menggema.
“Dari tim kami, Jenderal,” lagi-lagi, sebelum sang jenderal menanggapi, syetan lain telah angkat bicara. Tampaknya mereka diliputi semangat baru dan antusiasme yang menggebu.
“Tim kami merencanakan sesuatu. Mungkin efeknya tidak sedestruktif tim I dan tim II. Tapi sasaran kami adalah orang-orang Islam yang kualitasnya di atas sebelumnya,” tampaknya intro syetan ini sangat menarik bagi sang jendera.l.
“Bagaimana itu? Jelaskan.! Jelaskan”
“Begini Jenderal. Kalau sasaran tim I dan tim II itu memang orang-orang yang sebelumnya ahli maksiat. Mereka berhenti bermaksiat di bulan Ramadhan terpaksa. Terpaksa oleh lingkungan. Terpaksa oleh suasana religi. Terpaksa oleh kesempatan. Mereka terkekang. Nafsu mereka terakumulasi dalam ruang kecil yang tekanannya makin hari makin besar. Begitu disulut di awal Syawal, mereka pun meledak. Sangat mudah menjadi bermaksiat dengan kemaksiatan yang lebih besar.”
“Penjelasanmu cukup ilmiah. Lanjutkan!”
“Bukan berarti kami menganggap kerja tim I dan tim II ringan. Tentu saja itu kerja bagus, Jenderal. Kami ikut mengapresiasi. Namun kami akan menyasar orang-orang yang bukan ahli maksiat. Bisa orang biasa. Bisa pula orang yang sangat shalih selama Ramadhan. Langkah kami begini. Pertama, pada waktu hari raya kami akan menggoda mereka agar berlebih-lebihan, terutama dalam hal makanan dan pengeluaran. Mereka akan banyak makan hingga kesabaran berpuasa selama satu bulan seakan tak lagi ada. Apalagi jika mereka berkeliling dari satu rumah ke rumah yang lain seperti orang Indonesia yang halal bi halal. Mereka jadi banyak makan, bisa-bisa sampai kekenyangan. Ini jadi jebakan pertama. Efeknya, mereka akan malas beribadah. Apalagi kalau kami menanamkan bahwa silaturahim itu penting, shalat bisa ditunda. Waktunya panjang. Jadilah mereka berbeda dengan diri mereka saat Ramadhan.

Dalam pengeluaran, mereka akan kami bisikkan bahwa di hari raya memang perlu royal. Kalau sudah begitu, mereka bisa cepat kehilangan banyak uang. Bahkan kekurangan. Sebagiannya akan terpaksa terjerat hutang. Lalu berefek pada ekonomi haram.
Tidak hanya berhenti di situ, salah satu detasemen khusus dalam tim kami juga akan menggoda orang-orang agar menganggap bahwa ibadah yang sungguh-sungguh efektif dilakukan di bulan Ramadhan. Di bulan yang lain biasa-biasa saja. Sungguh-sungguh lagi di bulan Ramadhan tahun berikutnya. Tentu akan kami kerahkan seluruh rayuan dan alasan. Akan kita sibukkan mereka dengan pekerjaan, istri, anak, dan seterusnya.” Tepuk tangan lebih gempita lagi mengiringi selesainya orasi tim III ini.
“Tim IV akan bekerja dalam domain harta dan kekuasaan. Selama Ramadhan, banyak orang yang tidak mau korupsi atau berbohong karena khawatir puasanya batal. Kita akan bisikkan bahwa alasan mereka sudah berakhir. Mereka sudah tak puasa dan semestinya mereka tidak sungkan-sungkan lagi untuk korupsi. Masalah taubat akan kita hembuskan, bahwa itu dilakukan nanti saat Ramadhan lagi…
Demikian seterusnya, seluruh tim menjelaskan rencananya untuk menggoda manusia, dari ahli maksiat hingga orang-orang shalih yang hebat. Dari rakyat jelata hingga penguasa. Dari orang miskin hingga yang kaya raya.
Rapat itu ditutup dengan kesimpulan dari sang jenderal. “Segala rencana ini akan berhasil jika secepatnya kita melakukan 5 A: Action, Action, Action, Action, dan Action!”

*************

Cerita di atas hanyalah ilustrasi.

Namun, demikianlah esensinya. Syetan takkan berdiam diri setelah sebulan dibelenggu. Mereka akan segera merapatkan barisan. Kembali menggoda umat Islam.

Terserah kita mau memilih yang mana. Mengikuti ajakan syetan atau istiqamah dalam kebaikan. Tergoda rayuan syetan atau bertahan dalam kebajikan. Syetan akan selalu menggoda manusia karena memang itulah misinya. Dedengkot para syetan, Iblis, telah berikrar di hadapan Allah untuk melakukan segala cara dalam menjerumuskan manusia. "Karena Engkau telah menghukum saya tersesat, saya benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka dari jalan Engkau yang lurus, kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur (taat),” kata Iblis diabadikan dalam surat Al-A’raf ayat 16 dan17.

Dari segi usia dan pengalaman, syetan tentu semakin pandai berstrategi dalam menjerumuskan anak Adam. Tim syetan bahkan mungkin saja telah memiliki data lengkap kelemahan masing-masing kita sejak generasi nenek moyang kita. Dari data itu bisa terlihat di sisi mana kelemahan “genetik" kita. Lalu syetan menggunakan celah itu untuk kembali menggoda kita sebagaimana mereka menggoda generasi sebelumnya. Termasuk paska Ramadhan.

Maka dalam konteks inilah kita dihadapka pada fenomena, ternyata kebaikan selama Ramadhan begitu mudah lenyap tergoda oleh rayuan syetan durjana. Bukan saja orang awam, bahkan orang-orang yang tadinya shalih juga.

Namun demikian, ternyata iblis sendiri telah membocorkan bahwa ada golongan manusia yang tak bisa disesatkannya. "Demi kekuasaan Engkau,” kata Iblis kepada Allah yang diabadikan dalam surat Shad ayat 82 dan 83, “aku akan menyesatkan mereka semuanya, kecuali hamba-hamba-Mu yang ikhlas di antara mereka.” Dalam surat Al-Hijr, iblis juga menyampaikan rahasia ini.
Terkait dengan Ramadhan, salah satu tanda hamba yang mukhlasin seperti dalam dua surat itu adalah sikap istiqamah. Seorang hamba barulah mencapai derajat ikhlas jika ia tetap berada pada jalan yang lurus dan amal kebajikan, tanpa mempedulikan apakah bulan itu Ramadhan atau bukan. Maka, ia pun mempertahankan nilai-nilai Ramadhan dalam bulan-bulan lainnya.
"Maka istiqamahlah kamu, sebagaimana diperintahkan kepadamu dan (juga) orang yang telah bertaubat beserta kamu dan janganlah kamu melampaui batas. Sesungguhnya Dia Maha Melihat apa yang kamu kerjakan." (QS. Huud : 112)
Ketika menafsirkan ayat ini, Sayyid Quthb dalam Tafsir Fii Zhilalil Qur'an mengetengahkan hadits Nabi:"Sayyabathnii Huud" (Surat Hud telah membuat rambutku beruban). Sedangkan Ibnu Katsir meletakkan sabda Rasulullah tersebut di awal surat Huud ketika memberikan pengantar sebelum memulai tafsir surat tersebut. Itu karena istiqamah adalah hal yang sulit. Namun, bukankah tiada pilihan lain kecuali istiqamah. Atau, kita akan menjadi korban serangan syetan yang –bisa jadi- hari ini rapat untuk merapatkan barisan.

Allaahumma yaa muqallibal quluub, tsabbit quluubanaa ‘alaa diinik ; Ya Allah, Dzat yang Maha Membolak-balikkan hati, tetapkanlah hati kami pada agamaMu. [Muchlisin]

Aug 17, 2012

Prediksi Hari Raya Idul Fitri 2012

Artikel ini terbit berawal ketika saya melihat sebuah status eFBe teman saya yang bernama Dewi Rani yang isinya sebagai berikut:

~"Kpn tow lebr4n'ny kie, minggu t4u senin cieh,,,,,,,,??? ?

bulan

Lalu dengan cekatannya si yang empunya ini blog jalan-jalan merambah ke jaringan internet dengan tidak lupa membawa secangkir kopi ditangan sebagai bahan bakar :D. Dan setelah sekian lama jalan-jalan akhirnya dapat juga narasumber yang boleh dikatakan kompeten mengulas tentang judul diatas. Berikut kutipannya tulisan yang saya sedot dari sidomi.com :

Baik NU maupun Muhammadiyah memberikan prediksi bahwa Hari Raya Idul Fitri ,2012 jatuh pada hari Minggu, 19 Agustus 2012. Dengan demikian, kemungkinan umat Islam di seluruh Indonesia dapat merayakan Idul Fitri berbarengan.

Pada penentuan awal puasa lalu, ada sebagian umat yang melaksanakan ibadah puasa sejak Jumat, 20 Juli 2012, terutama Muhammadiyah. Sementara itu, pemerintah memutuskan bahwa 1 Ramadhan jatuh pada hari Sabtu, 21 Juli 2012. Namun, kemungkinan besar tidak ada perbedaan dalam penetapan 1 Syawal. Muhammadiyah memprediksikan bahwa saat matahari terbenam pada 29 Ramadhan 1433 H atau Jumat, 17 Agustus, hilal belum wujud. Artinya, puasa akan dibulatkan menjadi 30 hari hingga Sabtu, 18 Agustus. Dengan demikian, 1 Syawal 1433 akan jatuh pada Minggu, 19 Agustus2012.

Sementara itu, seperti dirilis Bisnis Indonesia , Kiai Masdar F. Masudi, Rois Syuriah Pengurus Besar Nahdatul Ulama juga menyebutkan bahwa dalam kalender NU, 1 Syawal 1433 akan jatuh pada 19 Agustus 2012.

Demikian pula dengan MUI yang memprediksi 1 Syawal jatuh pada tanggal yang sama, 19 Agustus. Dalam hitungan tanggal, memang mereka yang berpuasa sejak Sabtu, 21 Juli 2012 ‘hanya’ genap berpuasa selama 29 hari. Namun, satu bulan dalam tahun Qomariyah memang terdiri dari 29 atau 30 hari.

Pemerintah sendiri, melalui Kementerian Agama akan melangsungkan sidang isbat penentuan 1 Syawal 1433 Hijriyah yang akan diselenggarakan pada Sabtu, 18 Agustus 2012.

Besar harapan bahwa tidak ada perbedaan dalam penetapan 1 Syawal 1433 Hijriyah. Dengan demikian, umat Islam di Indonesia dapat merayakan Lebaran bersamaan. Namun, andai terjadi perbedaan sekalipun, hendaknya umat tetap menjalani yang diyakininya tanpa perlu mengklaim pihaknya yang benar dan pihak yang berlainan, adalah yang salah.



Semoga bermanfaat, kalo ada salah mohon dikoreksi, oh iya kalau ingin tahu lebih mendalam tentang metoda dan hukum-hukum penentuan 1 Syawal silahkan download filenya disini




Sebentar lagi lebaran, jangan lupa bayar Zakat Fitrahnya ya.?, ingin tahu lebih banyak tentang zakat fitrah, mampir disini

Aug 16, 2012

Tentang Zakat Fitrah

Pengertian Zakat Fitrah

Zakat Fitrah ialah zakat diri yang diwajibkan atas diri setiap individu lelaki dan perempuan muslim yang berkemampuan dengan syarat-syarat yang ditetapkan. Kata Fitrah yang ada merujuk pada keadaan manusia saat baru diciptakan sehingga dengan mengeluarkan zakat ini manusia dengan izin Allah akan kembali fitrah.

Yang berkewajiban membayar zakat fitrah

Pada prinsipnya seperti definisi di atas, setiap muslim diwajibkan untuk mengeluarkan zakat fitrah untuk dirinya , keluarganya dan orang lain yang menjadi tanggungannya baik orang dewasa, anak kecil, laki-laki maupun wanita.


Berikut adalah syarat yang menyebabkan individu wajib membayar zakat fitrah:
1>> Individu yang mempunyai kelebihan makanan atau hartanya dari keperluan tanggungannya pada malam dan pagi hari raya.
2>> Anak yang lahir sebelum matahari jatuh pada akhir bulan Ramadan dan hidup selepas terbenam matahari.
3>> Memeluk Islam sebelum terbenam matahari pada akhir bulan Ramadan dan tetap dalam Islamnya.
4>> Seseorang yang meninggal selepas terbenam matahari akhir Ramadan.
Besar zakat yang dikeluarkan

Menurut para ulama adalah sesuai penafsiran terhadap hadits adalah sebesar satu sha' (1 sha'=4 mud, 1 mud=675 gr) atau kira-kira setara dengan 3,5 liter atau 2.7 kg makanan pokok (tepung, kurma, gandum, aqith) atau yang biasa dikonsumsi di daerah bersangkutan (Mazhab syafi'i dan Maliki)


Waktu Pengeluaran Zakat Fitrah

Dibayarkan pada bulan Ramadan , paling lambat sebelum orang-orang selesai menunaikan Salat Ied . Jika waktu penyerahan melewati batas ini maka yang diserahkan tersebut tidak termasuk dalam kategori zakat melainkan sedekah biasa.


Penerima Zakat

Siapa saja yang berhak menerima zakat.? Ada delapan pihak yang berhak menerima zakat, yakni:

1. Fakir - Mereka yang hampir tidak memiliki apa-apa sehingga tidak mampu memenuhi kebutuhan pokok hidup.

2. Miskin - Mereka yang memiliki harta namun tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan dasar untuk hidup.

3. Amil - Mereka yang mengumpulkan dan membagikan zakat.

4. Mu'allaf - Mereka yang baru masuk Islam dan membutuhkan bantuan untuk menyesuaikan diri dengan keadaan barunya atau kaum kafir yang merupakan pendukung kaum Muslim.

5. Hamba sahaya yang ingin memerdekakan dirinya

6. Gharimin - Mereka yang berhutang untuk kebutuhan yang halal dan tidak sanggup untuk memenuhinya

7. Fisabilillah - Mereka yang berjuang di jalan Allah (misal: dakwah, perang dsb)

8. Ibnus Sabil - Mereka yang kehabisan biaya di perjalanan.

Namun menurut beberapa ulama khusus untuk zakat fitrah mesti didahulukan kepada dua golongan pertama yakni fakir dan miskin . Pendapat ini disandarkan dengan alasan bahwa jumlah/nilai zakat yang sangat kecil sementara salah satu tujuannya dikeluarkannya zakat fitrah adalah agar para fakir dan miskin dapat ikut merayakan hari raya dan saling berbagi sesama umat islam.

Sumber Hadits berkenaan dengan Zakat Fitrah, yaitu:
1>> Diriwayatkan dari Ibnu Umar t.ia berkata : Rasulullah telah mewajibkan zakat fithrah dari bulan Ramadan satu sha' dari kurma, atau satu sha' dari sya'iir. atas seorang hamba, seorang merdeka, laki-laki, wanita, anak kecil dan orang dewasa dari kaum muslilmin. (H.R : Al-Bukhary dan Muslim)
2>> Diriwayatkan dari Umar bin Nafi' dari ayahnya dari Ibnu Umar ia berkata ; Rasulullah telah mewajibkan zakat fithrah satu sha' dari kurma atau satu sha' dari sya'iir atas seorang hamba, merdeka, laki-laki, wanita, anak kecil dan orang dewasa dari kaum muslimin dan beliau memerintahkan agar di tunaikan / dikeluarkan sebelum manusia keluar untuk salat 'ied. (H. R : Al-Bukhary, Abu Daud dan Nasa'i)
3>> Diriwayatkan dari Ibnu Abbas ra. ia berkata : Rasulullah saw telah memfardhukan zakat fithrahuntuk membersihkan orang yang shaum dari perbuatan sia-sia dan dari perkataan keji dan untuk memberi makan orang miskin. Barang siapa yang mengeluarkannya sebelum salat, maka ia berarti zakat yang di terima dan barang siapa yang mengeluarkannya sesudah salat 'ied, maka itu berarti shadaqah seperti shadaqah biasa (bukan zakat fithrah). (H.R : Abu Daud, IbnuMajah dan Daaruquthni)
4>> Diriwayatkan dari Hisyam bin urwah dari ayahnyadari Abu Hurairah ra. dari Nabi saw. bersabda : Tangan di atas (memberi dan menolong) lebih baik daripada tangan di bawah (meminta-minta), mulailah orang yang menjadi tanggunganmu (keluarga dll) dan sebaik-baik shadaqah adalah yang di keluarkan dari kelebihan kekayaan (yang di perlukan oleh keluarga) (H.R : Al-Bukhary dan Ahmad)
5>> Diriwayatkan dari Ibnu Umar ra. ia berkata : Rasulullah sw. memerintahkan untuk mengeluarkan zakat fithrah unutk anak kecil, orang dewasa, orang merdeka dan hamba sahaya dari orang yang kamu sediakan makanan mereka (tanggunganmu). (H.R : Daaruquthni, hadits hasan)
6>> Artinya : Diriwayatkan dari Nafi' t. berkata : Adalah Ibnu Umar menyerahkan (zakat fithrah) kepada mereka yang menerimanya (panitia penerima zakat fithrah / amil) dan mereka (para sahabat) menyerahkan zakat fithrah sehari atau dua hari sebelum 'iedil fitri. (H.R.Al-Bukhary)
7>> Diriwayatkan dari Nafi' : Bahwa sesungguhnya Abdullah bin Umar menyuruh orang mengeluarkan zakat fithrah kepada petugas yangkepadanya zakat fithrah di kumpulkan (amil) dua hari atau tiga hari sebelum hari raya fitri. (H.R: Malik)

Hikmah disyari'atkannya Zakat Fitrah

Di antara hikmah disyari'atkannya zakat fitrah adalah:
1. Zakat fitrah merupakan zakat diri, di mana Allah memberikan umur panjang baginya sehingga ia bertahan dengan nikmat-l\lya.
2. Zakat fitrah juga merupakan bentuk pertolongan kepada umat Islam, baik kaya maupun miskin sehingga mereka dapat berkonsentrasi penuh untuk beribadah kepada Allah Ta'ala dan bersukacita dengan segala anugerah nikmat-Nya.
3. Hikmahnya yang paling agung adalah tanda syukur orang yang berpuasa kepada Allah atas nikmat ibadah puasa. (Lihat Al Irsyaad Ila Ma'rifatil Ahkaam, oleh Syaikh Abd. Rahman bin Nashir As Sa'di, hlm. 37.)
4. Di antara hikmahnya adalah sebagaimana yang terkandung dalam hadits Ibnu Abbas radhiAllahu 'anhuma di atas, yaitu puasa merupakan pembersih bagi yang melakukannya dari kesia-siaan dan perkataan buruk, demikian pula sebagai salah satu sarana pemberian makan kepada fakir miskin.






Sumber: wikipedia

Aug 11, 2012

20 Mukjizat Puasa Terhadap Kesehatan Manusia

Berbagai penelitian telah mengungkap adanya mukjizat puasa ditinjau dari perpekstif medis modern. Dalam penelitian ilmiah, tidak ditemukan efek merugikan dari puasa Ramadhan pada jantung, paru, hati, ginjal, mata, profil endokrin, hematologi dan fungsi neuropsikiatri.

Penelitian meta analisis atau penelitian terhadap berbagai Abstrak Terkait ini diperoleh dari Medline dan jurnal lokal di negara-negara Islam 1960-2009.Seratus tiga belas artikel yang memenuhi kriteria untuk pemilihan kertas dikaji secara mendalam untuk mengidentifikasi rincian bahan terkait.
Hasilnya, terdapat manfaat luar biasa dan tidak disangka sebelumnya oleh para ilmuwan tentang adanya mukjizat puasa Ramadhan bagi kesehatan manusia. Meskipun puasa Ramadhan aman untuk semua orang sehat dan beberapa kondisi sakit tertentu, namun dalam keadaan penyakit tertentu seseorang harus berkonsultasi dengan dokter dan mengikuti rekomendasi ilmiah.

Bulan Ramadhan adalah bulan yang paling dinanti oleh umat muslim. Saat itu, dianggap sebagai bulanyang penuh berkah dan rahmah. Semua umat muslim yang sehat dan sudah akil balik diwajibkan untuk berpuasa sebulan penuh. Meskipun untuk sebagian orang ibadah puasa cukup berat, tetapi terdapat keistimewaan untuk mendapatkan hikmah dari Allah berupa kebahagian, pahala berlipat, dan bahkan suatu muhjizat dalam kesehatan.

Allah berjanji akan memberikan berkah kepada orang yang berpuasa. Seperti ditegaskan sabda Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan oleh IbnuSuny dan Abu Nu'aim: "Berpuasalah maka kamuakan sehat." Dengan berpuasa, akan diperoleh manfaat secara biopsikososial berupa sehat jasmani, rohani dan sosial. Rahasia kesehatan yang dijanjikan dalam berpuasa inilah yang menjadi daya tarik ilmuwan untuk meneliti berbagai aspek kesehatan puasa secara psikobiologis, imunopatofisilogis dan biomolekular.

Para pakar nutrisi dunia mendefinisikan puasa atau kelaparan (starvasi) sebagai pantangan mengkonsumsi nutrisi baik secara total atau sebagian dalam jangka panjang atau jangka pendek. Sedangkan konsep puasa dalam Islam secara substansial adalah menahan diri tidak makan, minum dan berhubungan suami istri mulai terbit fajar hingga terbenam matahari dengan disertai niat. Sehingga puasa memiliki perbedaan dibandingkan starvasi biasa.


Inilah 20 Mukizat Puasa Terhadap Kesehatan Manusia
1. Keseimbangan anabolisme dan katabolisme

Berbeda dengan kelaparan atau starvasi dalam berbagai bentuk dapat mengganggu kesehatan tubuh. Namun sebaliknya, dalam puasa ramadhan terjadi keseimbangan anabolisme dan katabolisme yang berakibat asam amino dan berbagai zat lainnya membantu peremajaan sel dan komponennya memproduksi glukosa darah dan mensuplai asam amino dalam darah sepanjang hari. Cadangan protein yang cukup dalam hati karena asupan nutrisi saat buka dan sahur akan tetap dapat menciptakan kondisi tubuh untuk terus memproduksi protein esensial lainnya seperti albumin, globulin dan fibrinogen. Hal ini tidak terjadi pada starvasi jangka panjang, karena terjadi penumpukan lemak dalam jumlah besar, sehingga beresiko terjadi sirosis hati. Sedangkan saat puasa di bulan ramadhan, fungsi hati masih aktif dan baik.

2. Tidak akan mengakibatkan pengasaman dalam darah

Kemudian juga berbeda dengan starvasi, dalam puasa Islam penelitian menunjukkan asam amino teroksidasi dengan pelan dan zat keton tidak meningkat dalam darah sehingga tidak akan mengakibatkan pengasaman dalam darah.

3. Tidak berpengaruh pada sel darah manusia

Dalam penelitian, saat puasa tidak berpengaruh pada sel darah manusia & tidak terdapat perbedaan jumlah retikulosit, volume sel darah merah serta rata-rata konsentrasi hemoglobin (MCH, MCHC) dibandingkan dengan orang yang tidak berpuasa.

4. Puasa pada penderita diabetes tipe 2 tidakberpengaruh

Puasa ramadhan pada penderita diabetes tipe 2 tidak berpengaruh dan tidak terdapat perbedaan protein gula, protein glikosilat dan hemoglobin glikosilat. Namun pada penderita diabetes tipe tertentu sebaiknya harus berkonsultasi dengan dokter bila hendak berpuasa. Diantaranya adalah penderita diabetes dengan keton meningkat, sedang hamil, usia anak atau komplikasi lain sepertigagal ginjal dan jantung.

5. Pengaruh pada Ibu hamil dan menyusui

Terdapat sebuah penelitian puasa pada ibu hamil, ibu menyusui, dan kelompok tidak hamil dan tidak menyusui di perkampungan Afika Barat. Ternyata dalam penelitian tersebut disimpulkan tidak terdapat perbedaan kadar glukosa serum, asam lemak bebas, trigliserol, keton, beta hidroksi butirat, alanin, insulin, glucagon dan hormon tiroksin.

6. Pengaruh pada janin saat ibu hami berpuasa

Penelitian di Departemen Obstetri dan Ginekologi dari Gaziantep University Hospital, terhadap 36 wanita sehat dengan kehamilan tanpa komplikasi berturut-turut dari 20 minggu atau lebih, yang berpuasa selama bulan Ramadhan untuk mengevaluasi efek Ramadan pada janin, pengukuran Doppler ultrasonografi dalam peningkatan diameter biparietal janin (BPD), peningkatan panjang tulang paha janin (FL), meningkatkan berat badan diperkirakan janin (EFBW), profil biofisik janin (BPP), indeks cairan amnion (AFI), dan rasio arteri umbilikalis sistol / diastol (S / D) rasio.
Kortisol serum ibu, trigliserida, kolesterol total, low-density lipoprotein (LDL), high density lipoprotein (HDL), very Low density lipoprotein (VLDL), dan LDL / HDL rasio juga dievaluasi sebelum dan sesudah Ramadhan. Hasil penelitian menunjukkan, tidak ada perbedaan signifikan yangditemukan antara kedua kelompok untuk usia janin, berat badan ibu, perperkiraan kenaikan beratbadan janin (EFWG), BPP janin, AFI, dan rasio arteri umbilikalis S / D.

7. Penurunan glukosa dan berat badan

Studi kohort dilakukan pada 81 mahasiswa Universitas Teheran of Medical Sciences saat berpuasa. Dilakukan evaluasi berat badan, indeks massa tubuh (BMI), glukosa, trigliserida (TG), kolesterol, lipoprotein densitas rendah (LDL), high density lipoprotein (HDL), dan Very Low density lipoprotein (VLDL), sebelum dan sesudah Ramadhan. Studi ini menunjukkan bahwa puasa Ramadhan menyebabkan penurunan glukosa dan berat badan. Meskipun ada penurunan yang signifikan dalam frekuensi makan, peningkatan yang signifikan dalam LDL dan penurunan HDL tercatat pada bulan Ramadhan. Tampaknya efek puasa Ramadhan pada tingkat lipid dalam darah mungkin berkaitan erat dengan pola makan gizi atau respon kelaparan biokimia.

8. Pengaruh pada fungsi kelenjar gondok

Ketika berpuasa ternyata juga terbukti tidak berpengaruh pada fungsi kelenjar gondok manusia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan kadar plasma tiroksin (TS),tiroksin bebas, tironin triyodium dan hormon perangsang gondok (TSH) pada penderita laki-laki yang berpuasa.

9. Pengaruh pada hormon virgisteron

Sedangkan pada penelitian hormon wanita tidak terjadi gangguan pada hormon virgisteron saat melaksanakan puasa. Tetapi, 80% populasi penelitian menunjukkan penurunan hormon prolaktin. Penelitian ini menunjukkan harapan barubagi penderita infertilitas atau kemandulan wanita yang disebabkan peningkatan hormon prolaktin. Sehingga saat puasa, wanita tetap berpeluang besar untuk tetap pada kondisi subur.

10. Bermanfaat Bagi Jantung

Beberapa penelitian menyebutkan sebenarnya tidak terdapat perbedaan yang mencolok saat berpuasa dibandingkan saat tidak berpuasa. Puasa Ramadhan tidak mempengaruhi secara drastis metabolisme lemak, karbohidrat dan protein. Meskipun terjadi peningkatan serum uria dan asamurat sering terjadi saat terjadi dehidrasi ringan saatpuasa. Saat berpuasa ternyata terjadi peningkatan HDL dan apoprotein alfa1. Penurunan LDL sendiri ternyata sangat bermanfaat bagi kesehatan jantung dan pembuluh darah. Beberapa penelitian"chronobiological" menunjukkan saat puasa Ramadhan berpengaruh terhadap ritme penurunandistribusi sirkadian dari suhu tubuh, hormon kortisol, melatonin dan glisemia. Berbagai perubahan yang meskipun ringan tersebut tampaknya juga berperan bagi peningkatan kesehatan manusia.

11. Memperbaiki dan merestorasi fungsi dan kinerja sel

Saat puasa terjadi perubahan dan konversi yang masif dalam asam amino yang terakumulasi dari makanan, sebelum didistribusikan dalam tubuh terjadi format ulang. Sehingga, memberikan kesempatan tunas baru sel untuk memperbaiki danmerestorasi fungsi dan kinerjanya. Pola makan saatpuasa dapat mensuplai asam lemak dan asam amino penting saat makan sahur dan berbuka. Sehingga terbentuk tunas-tunas protein , lemak, fosfat, kolesterol dan lainnya untuk membangun sel baru dan membersihkan sel lemak yang menggumpal di dalam hati. Jumlah sel yang mati dalam tubuh mencapai 125 juta perdetik, namun yang lahir dan meremaja lebih banyak lagi.

12. Sangat efektif meningkatkan konsentrasi urin dalam ginjal serta meningkatkan kekuatan osmosis urin

Penghentian konsumsi air selama puasa sangat efektif meningkatkan konsentrasi urin dalam ginjal serta meningkatkan kekuatan osmosis urin hingga mencapai 1000 sampai 12.000 ml osmosis/kg air. Dalam keadaan tertentu hal ini akan memberi perlindungan terhadap fungsi ginjal. Kekurangan air dalam puasa ternyata dapat meminimalkan volume air dalam darah. Kondisi ini berakibat memacu kinerja mekanisme lokal pengatur pembuluh darah dan menambah prostaglandin yang pada akhirnya memacu fungsi dan kerja sel darah merah.

13. Dalam keadaan puasa ternyata dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh

Penelitian menunjukkan saat puasa terjadi peningkatan limfosit hingga sepuluh kali lipat. Kendati keseluruhan sel darah putih tidak berubah ternyata sel T mengalami kenaikkan pesat. Pada penelitian terbaru menunjukkan bahwa terjadi penurunan kadar apo-betta, menaikkan kadar apo-alfa1 dibandingkan sebelum puasa. Kondisi tersebut dapat menjauhkan serangan penyakit jantung dan pembuluh darah.

14. Penurunan berbagai hormon salah satu rahasia hidup jangka panjang

Penelitian endokrinologi menunjukkan bahwa pola makan saat puasa yang bersifat rotatif menjadi beban dalam asimilasi makanan di dalam tubuh. Keadaan ini mengakibatkan penurunan pengeluaran hormon sistem pencernaan dan insulin dalam jumlah besar. Penurunan berbagai hormon tersebut merupakan salah satu rahasia hidup jangka panjang.

15. Bermanfaat dalam pembentukan sperma

Manfaat lain ditunjukan dalam penelitian pada kesuburan laki-laki. Dalam penelitian tersebut dilakukan penelitian pada hormon testoteron, prolaktin, lemotin, dan hormon stimulating folikel (FSH), Ternyata hasil akhir kesimpulan penelitian tersebut puasa bermanfaat dalam pembentukan sperma melalui perubahan hormon hipotalamus-pituatari testicular dan pengaruh kedua testis.

16. Bermanfaat untuk penderita radang persendian (encok) atau rematoid arthritis

Manfaat lain yang perlu penelitian lebih jauh adalah pengaruh puasa pada membaiknya penderita radang persendian (encok) atau rematoid arthritis. Parameter yang diteliti adalah fungsi sel penetral (netrofil) dan progresifitas klinis penderita. Penelitian tersebut menyimpulkan bahwa terdapat korelasi antara membaiknya radang sendi dan peningkatan kemampuan sel penetral dalam membasmi bakteri.

17. Memperbaiki hormon testoteron dan performa seksual

Dalam sebuah jurnal endokrin dan metabolisme dilaporkan penelitian puasa dikaitkan dengan hormon dan kemampuan seksual laki-laki. Penelitian tersebut mengamati kadar hormon kejantanan (testoteron), perangsang kantung (FSH) dan lemotin (LH). Terjadi perubahan kadar berbagai hormon tersebut dalam tiap minggu. Dalam tahap awal didapatkan penurunan hormon testoteron yang berakibat penurunan nafsu seksual tetapi tidak menganggu jaringan kesuburan. Namun hanya bersifat sementara karena beberapa hari setelah puasa hormon testoteron dan performa seksual meningkat pesat melebihi sebelumnya

18. Memperbaiki kondisi mental secara bermakna

Seorang peneliti di Moskow melakukan penelitian pada seribu penderita kelainan mental termasuk skizofrenia. Ternyata dengan puasa sekitar 65% terdapat perbaikan kondisi mental yang bermakna.Berbagai penelitian lainnya menunjukkan ternyata puasa Ramadhan juga mengurangi risiko kompilkasi kegemukan, melindungi tubuh dari batuginjal, meredam gejolak seksual kalangan muda dan penyakit lainnya yang masih banyak lagi.

19. Peningkatan komunikasi psikososial baik dengan Allah dan sesama manusia

Manfaat puasa bagi kehidupan psikososial memegang peranan penting dalam kesehatan manusia. Dalam bulan puasa terjadi peningkatan komunikasi psikososial baik dengan Allah dan sesama manusia. Hubungan psikologis berupa komunikasi dengan Allah akan meningkat pesat, karena puasa adalah bulan penuh berkah. Setiap doa dan ibadah akan berpahala berlipat kali dibandingkan biasanya. Bertambahnya kualitas dankuantitas ibadah di bulan puasa akan juga meningkatkan komunikasi sosial dengan sesama manusia baik keluarga, saudara dan tetangga akanlebih sering. Berbagai peningkatan ibadah secara langsung akan meningkatkan hubungan dengan Pencipta dan sesamanya ini akan membuat jiwa lebih aman, teduh, senang, gembira, puas serta bahagia.

20. Menurunkan adrenalin

Keadaan psikologis yang tenang, teduh dan tidak dipenuhi rasa amarah saat puasa ternyata dapat menurunkan adrenalin. Saat marah terjadi peningkatan jumlah adrenalin sebesar 20-30 kali lipat. Adrenalin akan memperkecil kontraksi otot empedu, menyempitkan pembuluh darah perifer, meluaskan pembuluh darah koroner, meningkatkan tekanan darah arterial dan menambah volume darah ke jantung dan jumlah detak jantung. Adrenalin juga menambah pembentukan kolesterol dari lemak protein berkepadatan rendah. Berbagai hal tersebut ternyata dapat meningkatkan resiko penyakit pembuluh darah, jantung dan otak seperti jantungkoroner, stroke dan lainnya.

Berbagai kajian ilmiah melalui penelitian medis telah menunjukkan bahwa ternyata puasa sebulan penuh saat bulan ramadhan bermanfaat sangat luar biasa bagi tubuh manusia. Sebaliknya banyak penelitian menunjukkan bahwa puasa berbeda dengan starvasi biasa, secara umum tidak akan mengganggu tubuh manusia. Dalam mencermati temuan ilmiah tersebut akan lebih diyakini bahwa berkah kesehatan yang dijanjikan dalam berpuasa ternyata bukan sekedar teori dan opini. Manfaat puasa bagi kesehatan sebagian telah terbukti secara ilmiah.

Wajar saja, bahwa puasa adalah saat yang paling dinantikan oleh kaum muslim karena memang terbukti secara ilmiah menjanjikan berkahdan mukjizat dalam kesehatan manusia.



Semoga bermanfaat,
Sumber: kompas.com

Feb 23, 2012

Gaya Hidup Sehat Cara Rosululloh SAW

Bismillahirrahmanirrahim

Beberapa hari terakhir ini halaman beranda facebook saya diberondong banyak gambar dan post yang di-tag-kan oleh teman saya yang baik hati :D
Berikut adalah salah satu postingannya: Gaya Hidup Sehat Cara Rosululloh SAW


Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh..

Banyak yang beranggapan bahwa untuk menjadi sehat itu sulit dan memerlukan biaya yang tidak sedikit. Namun pada kenyataannya tidak sesulit yang dibayangkan. Banyak hal yang dapat dilakukan untuk menjaga kualitas kesehatan, salah satunya adalah dengan melihat dan mengikuti gaya hidup sehat yang dilakukan oleh Jungjungan kita Nabi Muhammad SAW

Nabi SAW mencontohkan ini dalam kehidupannya dan dapat dengan mudah kita tiru:
•1 Bangun Shubuh, Rasul selalu mengajak ummatnya untuk bangun sebelum shubuh, melaksanakan shalat sunah dan shalat Fardhu, shalat shubuh berjamaah. Hal ini memberi hikmah antara lain :
•• Berlimpah pahala dari Allah.
•• Kesegaran udara shubuh yang bagus untuk kesehatan misalnya untuk terapi penyakit TBC.
•• Memperkuat pikiran dan menyehatkan perasaan.
Dengan bangun pagi, pikiran dan perasaan juga biasanya lebih segar dan rileks. Bangun Shubuh juga dapat mencegah stroke dan tekanan darah tinggi yang umumnya rentan terjadi pada waktu itu karena penyempitan pembuluh darah. Di luar itu sebenarnya terkait asupan awal yang di terima tubuh, yakni udara segar. Menurut para pakar udara, waktu Shubuh sangat baik karena kaya oksigen dan relatif masih bersih tak terkotori unsur lain. Udara yang baik tentu saja berguna untuk metabolisme tubuh dalam beraktivitas seharian penuh.

•2 Minum Air Putih dan Madu, Nabi biasa membuka sarapan dengan air putih dan sesendok madu. Dua unsur ini sangat luar biasa manfaatnya. Madu Masyur sebagai penyembuh dan air putih kaya akan mineral yang menyukupi kebutuhan tubuh akan cairan dan sebagai pencuci hati. Madu juga terkenal sebagai unsur yang dapat membersihkan usus dan mencegah peradangan.

•3. Mengkonsumsi Minyak Zaitun, Saat siang dan menjelang sore Nabi juga biasa mengkonsumsi cuka, minyak zaitun dan roti. Kombinasi makanan ini ternyata dapat menguatkan tulang, mencegah kepikunan serta menghancurkan kolesterol jahat dalam tubuh. Pada musim dingin, makananan ini sangat baik menjaga kestabilan suhu tubuh.

•4. Aktif Menjaga Kebersihan, Rasul selalu senantiasa rapi dan bersih, tiap hari kamis atau Jumát beliau mencuci rambut-rambut halus di pipi, selalu memotong kuku, bersisir dan berminyak wangi. “Mandi pada hari Jumát adalah wajib bagi setiap orang2 dewasa. Demikian pula menggosok gigi dan memakai harum-haruman” (HR Muslim)

•5. Tidak Pernah Banyak Makan, Sabda Rasul: “Kami adalah sebuah kaum yang tidak makan sebelum lapar dan bila kami makan tidak terlalu banyak (tidak sampai kekenyangan) “(Muttafaq Alaih). Dalam tubuh manusia ada 3 ruang untuk 3 benda : Sepertiga untuk udara, sepertiga untuk air dan sepertiga lainnya untuk makanan. Bahkan ada satu tarbiyyah (pembelajaran) khusus bagi ummat Islam dengan adanya Puasa Ramadhan untuk menyeimbangkan kesehatan.

•6 Gemar Berjalan Kaki, Rasul selalu berjalan kaki ke Masjid, Pasar, medan jihad, mengunjungi rumah sahabat, dan sebagainya. Dengan berjalan kaki maka keringat akan mengalir, pori-pori terbuka dan peredaran darah akan berjalan lancar. Ini penting untuk mencegah penyakit jantung.

•7 Tidak Pemarah, Nasihat Rasulullah: “Jangan Marah” diulangi sampai 3 kali. Ini menunjukkan hakikat kesehatan dan kekuatan Muslim bukanlah terletak pada jasadiyah belaka, tetapi lebih jauh yaitu dilandasi oleh kebersihan dan kesehatan jiwa. Ada terapi yang tepat untuk menahan marah:
•• Mengubah posisi ketika marah, bila berdiri maka duduk, dan bila duduk maka berbaring.
•• Membaca Ta ‘awwudz (a’udzubillahimina asy-syaithonirrajiim), karena marah itu dari Syaithan.
•• Segeralah berwudhu.
•• Shalat 2 Rakaat untuk meraih ketenangan dan menghilangkan kegundahan Hati.

•8 Optimis dan Tidak Putus Asa, Sikap optimis akan memberikan dampak psikologis yang mendalam bagi kelapangan jiwa sehingga tetap sabar, istiqamah dan bekerja keras, serta tawakal kepada Allah SWT.

•9 Tak Pernah Iri Hati, Untuk menjaga stabilitas hati dan kesehatan jiwa dan mentalitas maka menjauhi iri hati merupakan tindakan preventif yang sangat tepat. Kecuali untuk iri kepada 2 hal:
•• Iri kepada orang yang memiliki harta yang melimpah tapi tidak segan untuk menafkahkan hartanya dijalan kebaikan.
•• Iri kepada orang yang memiliki ilmu pengetahuan yang luas tapi tidak sungkan untuk mengajarkannya kepada orang lain siapa pun tanpa pilih kasih

•10 Makan Sayuran di Malam Hari, Konsumsi sayuran di malam hari juga di lakukan Rasulllah SAW. beberapa riwayat mengatakan, Rasulullah saw selalu mengonsumsi sana al makki dan sanut. Menurut Prof. Dr. Musthofa, di Mesir keduanya mirip dengan sabbath dan ba'dunis. Nama-nama ini tak lain adalah sayuran yang juga banyak kita temui di negara kita. Bentuk olahan sayuran tertentu banyak ragamnya, seperti CapCay, Sayur Lodeh, Sayur Sup dll. Rasulullah biasanya tidak langsung tidur setelah makan malam, melainkan beraktivitas terlebih dulu supaya makanan yang di konsumsi masuk lambung dengan cepat dan baik sehingga mudah di cerna, caranya juga bisa dengan shalat looh.
Sabda Rosul : "Cairkan makanan kalian dengan berzikir kepada Allah swt dan shalat, serta janganlah kalian langsung tidur setelah makan karena dapat membuat hati kalian menjadi keras" (HR Abu Nu'aim dari Aisyah r.a). Rasulullah saw sering menyempatkan diri untuk berolahraga. Terkadang ia berolahraga sambil bermain dengan anak-anak dan cucu-cucunya. Pernah pula Rosulullah lomba lari dengan istri tercintanya Aisyah r.a. Rasulullah saw tidak menganjurkan umatnya untuk begadang. Biasanya ia tidur lebih awal supaya bisa bangun lebih pagi. Istirahat yang cukup dibutuhkan oleh tubuh karena tidur termasuk hak tubuh. Terbukti apa yang dilakukan Nabi sangat baik karena sesuai sesuai dengan irama biologis tubuh.

Umat Islam sewajarnya pula mengikuti apa yang dicontohkan Nabi. Sebuah contoh yang dapat mengantarkan seorang Muslim hidup sehat ala Rasulullah SAW.


• Alhamdulillah ala ni'matil islam wal iman •

Jazakumullahu khairan wa barakallahu fiykum




• Sumber: Forgiveness Allah/salah satu nama komunitas yang ada di facebook

Jan 15, 2012

Dalam Diam, Aku Ingin Mencintaimu Karena Allah

Pesan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah : "Jangan pernah kau menyalahkan cinta, tapi salahkan mereka yang menyalahgunakan cinta hingga berbuat dosa".


Bila belum siap melangkah lebih jauh dengan seseorang, cukup cintai ia dalam diam. Karena diammu adalah salah satu bukti cintamu padanya.

Kau ingin memuliakan ia, dengan tidak mengajaknya menjalin hubungan yang terlarang, kau tak mau merusak kesucian dan penjagaan hatinya. Karena diamnya memuliakan kesucian diri dan hatimu, menghindarkan dirimu dari hal-hal yang akan merusak izzah dan iffahmu. Karena diammu bukti kesetiaanmu padanya.

Karena mungkin saja orang yang kau cintai, adalah orang yang telah Alloh SWT pilihkan untukmu. Ingatkah kalian tentang kisah Fatimah dan Ali r.a yang keduanya saling memendam apa yang mereka rasakan. Tapi pada akhirnya mereka dipertemukan dalam ikatan suci nan indah.

Karena dalam diammu tersimpan kekuatan. Kekuatan harapan, kekuatan impian hingga mungkin saja Alloh akan membuat harapan dan impian itu menjadi nyata. Dan cintamu yang diam itu dapat berbicara dalam kehidupan nyata. Bukankah Alloh tak akan pernah memutuskan harapan hamba yang berharap dan berdo'a pada-Nya.?

Dan jika memang cinta dalam diammu' itu tak memiliki kesempatan untuk berbicara di dunia nyata, biarkan ia tetap diam. Iyaa... Biarkan.... Karena Alloh Ta'aalaa masih punya rencana dan 'hadiah' lain untukmu.

Jika dia memang bukan milikmu, melalui waktu akan menghapus 'cinta dalam diammu' itu dengan memberi rasa yang lebih indah, dan orang yang tepat oleh Alloh SWT biarkan 'cinta dalam diammu' itu menjadi memori tersendiri, dan sudut hatimu menjadi rahasia antara kau dengan Sang Pemilik hatimu.

Sudahkah aku pantas untuk dia/ Benar-benar pantas.?
Biarkanlah jiwamu terbang bebas menjalani semua niatmu, yang terpenting, kita perlu berbaik sangka selalu pada Alloh Ta'alaa. Pasangan kita adalah cerminan sosok yang hampir mirip dengan kita.

Cintamu pada orang yang kau cintai dan sayangi, titipkanlah...
Titipkanlah pada Alloh Ta'alaa..
Sebab hanya Alloh Ta'alaa yang Maha Menjaga.
Dikala kau dan dia saling berjauhan.
Dikala kau dan dia saling memndam rindu, ingin bertemu.
Alloh menjaga dengan menenangkan hatimu melalui dzikir dan tadabbur.
Cintamu pada orang yang sungguh-sungguh kau sayangi adalah milik-Nya

Dec 28, 2011

Cinta Sejati: "Pacaran Dulu atau Nikah Dulu?"

Meraih cinta sejati dalam keharmonisan suami isteri merupakan dambaan setiap pasangan. Seorang suami mendambakan isteri yang akan mencintainya dengan sepenuh hati, begitu pun sebaliknya. Keduanya menginginkan agar cintanya langgeng sampai akhir hayat.

Masalahnya, bisakah kita mendapatkan cinta seperti itu kalau masing-masing pasangan tidak mengenal lebih jauh siapa calon pasangannya. Menurut mereka, kenal nama, wajah, keluarga calon pasangan saja belum cukup. Tapi, harus kenal lebih jauh bagaimana karakter asli calon pasangannya, agar tidak ‘kecele’ di kemudian hari.

Pemikiran inilah yang akhirnya ‘menghalalkan’ begitu banyak orang untuk melakukan pendekatan. Biasanya orang menyebut dengan pacaran. Ada yang merasa belum cukup sebulan, setahun, dua tahun, hingga sepuluh tahun. Lebih repot lagi ketika ujung hubungan ini berakhir pada PHC atau pemutusan hubungan cinta. Alih-alih mendapatkan rasa saling memahami, justru yang ada menjadi saling benci dan ancam.

Pemikiran yang terlihat positif ini, sebenarnya sangat mudah untuk didompleng berbagai kepentingan. Utamanya adalah setan untuk membejatkan nafsu manusia, baik pria maupun wanita. Sehingga, pacaran menjadi seperti ‘legitimasi sosial’ pemuasan nafsu syahwat pria dan wanita. Pada akhirnya, karena sudah sangat membudaya, pacaran menjadi kelaziman hingga keharusan untuk calon pasangan suami isteri.

Terdengar menjadi sangat aneh ketika pria dan wanita memasuki gerbang pernikahan tanpa melalui pacaran sama sekali. “Kayak beli kucing dalam karung,” begitu kira-kira ungkapan sebagian orang Betawi.

Pertanyaannya, kalau pacaran memang dilarang Islam, apakah mungkin bisa terjalin cinta sejati antara suami isteri, padahal mereka tidak saling kenal lebih jauh jatidiri masing-masing. Apakah tidak akan terjadi penyesalan di kemudian hari. Kalau ketidakcocokan di saat pacaran kan bisa diputus, lalu gimana kalau ketidakcocokan ketika sudah menikah, apalagi ketika sudah punya anak?

Logika-logika awam seperti ini kerap muncul dan menjadi ganjalan seorang lajang muslim untuk menapaki gerbang pintu pernikahan. “Bisa gak sih nikah tanpa melalui pendekatan atau pacaran?"

Sepintas, logika awam seperti itu mengandung sebuah kebenaran: Hubungan pernikahan adalah hubungan yang sangat spesial antara pria dan wanita yang tidak punya batasan waktu, karena itu mesti dilakukan dengan hati-hati, dan melalui pendekatan yang dalam. Tapi lihatlah, bagaimana akhir dari sepak terjang kaum selebritis yang gonta-ganti pasangan karena ingin mendamba rumah tangga yang harmonis. Kebanyakan dari rumah tangga mereka hanya seumur jagung.

Perhatikanlah apa yang disampaikan Yang Maha Pencipta dan Maha Tahu terhadap ciptaan-Nya. Dalam Alquran, Allah swt. memberikan sebuah rumusan tentang menggapai cinta yang baik dan benar antara pria dan wanita.

Dalam Surah Ar-Rum ayat 21, Allah swt. berfirman. ْﻥَﺃ ِﻪِﺗﺎَﻳﺁ ْﻦِﻣَﻭ ْﻦِّﻣ ﻢُﻜَﻟ َﻖَﻠَﺧ ﺎًﺟﺍَﻭْﺯَﺃ ْﻢُﻜِﺴُﻔﻧَﺃ ﺎَﻬْﻴَﻟِﺇ ﺍﻮُﻨُﻜْﺴَﺘِّﻟ ﻢُﻜَﻨْﻴَﺑ َﻞَﻌَﺟَﻭ َّﻥِﺇ ًﺔَﻤْﺣَﺭَﻭ ًﺓَّﺩَﻮَّﻣ ٍﺕﺎَﻳﺂَﻟ َﻚِﻟَﺫ ﻲِﻓ َﻥﻭُﺮَّﻜَﻔَﺘَﻳ ٍﻡْﻮَﻘِّﻟ “Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir.”

Perhatikanlah ayat itu.
Allah swt memberikan isyarat kepada kita bahwa jodoh atau pernikahan merupakan sebuah pintu untuk bisa mendapatkan ketenangan, cinta, dan kasih sayang. Bukan sebaliknya, memburu ketenangan, cinta, dan kasih sayang terlebih dahulu, baru kemudian memasuki pintu pernikahan.

Hal yang sebaiknya kita pahami adalah bahwa cinta yang didasari pada faktor biologis seperti cantik atau ganteng, cocok dan menarik karena hal-hal yang terlihat dari fisik seseorang, begitu sangat relatif. Penilaian mudah berubah-ubah tergantung situasi dan kondisi.

Ketika seorang lelaki dan wanita terkondisikan dalam sebuah ruangan secara rutin, akan muncul rasa ketertarikan. Padahal boleh jadi, keduanya sudah punya calon masing-masing di tempat lain. Ketertarikan yang memunculkan cinta pria dan wanita bisa berubah tergantung keadaan yang membentuknya.

Karena itu, ketika seorang pria dan wanita yang sudah terikat dalam pernikahan, akan terkondisikan secara alamiah untuk saling memunculkan rasa ketertarikan dan cinta. Pada situasi dan kondisi ini, ketertarikan dan cinta mereka akan lebih kuat karena didorong oleh tanggung jawab atau amanah. Bandingkan dengan pengkondisian yang dilakukan pada saat pacaran: tanpa beban, bahkan mungkin sekadar iseng, dan coba-coba.

Hal lain yang bisa dipahami dari ayat di atas adalah meraih cinta dengan cara pernikahan hanya bisa dilakukan oleh mereka yang punya ikatan keimanan yang bagus kepada Allah swt. Allah mengawali ayat ini dengan menyebut tanda-tanda kebesaran-Nya yang hanya bisa ditangkap oleh mereka yang punya kacamata iman. Tanpa kacamata ini, seorang pria atau wanita hanya akan saling memandang dan menilai dengan kacamata nafsu syahwat saja.

Ketika pintu pernikahan sudah di depan mata, ketika kemantapan untuk mengarungi bahtera rumah tangga sudah begitu mantap, selebihnya adalah tawakal kepada pemilik bahtera yang sebenarnya, Allah swt. Insya Allah, keraguan terhadap hal-hal yang akan mengurangi cinta dari calon pasangan kita, bisa berupa wajah, penampilan, status sosial, dan lain-lain, akan tergantikan dengan keberkahan lain.

Allah swt. menjanjikan itu dalam firman-Nya di Surah An-Nisa ayat 19. َّﻦُﻫﻮُﻤُﺘْﻫِﺮَﻛ ﻥِﺈَﻓ ْﺍﻮُﻫَﺮْﻜَﺗ ﻥَﺃ ﻰَﺴَﻌَﻓ َﻞَﻌْﺠَﻳَﻭ ﺎًﺌْﻴَﺷ ﺍًﺮْﻴَﺧ ِﻪﻴِﻓ ُﻪّﻠﻟﺍ ﺍًﺮﻴِﺜَﻛ “…bila kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak.”

Dari bahasan di atas, Insya Allah, tidak muncul lagi pertanyaan yang kerap menyesatkan proses pernikahan itu sendiri: “Pacaran dulu? Atau nikah dulu?”

Bagaimana menurut anda.?

Dec 26, 2011

PENGERTIAN PERNIKAHAN DALAM ISLAM

Pernikahan merupakan ikatan diantara dua insan yang mempunyai banyak perbedaan, baik dari segi fisik, asuhan keluarga, pergaulan, cara berfikir (mental), pendidikan dan lain hal.

Dalam pandangan Islam, pernikahan merupakan ikatan yang amat suci dimana dua insan yang berlainan jenis dapat hidup bersama dengan direstui agama, kerabat, dan masyarakat. Aqad nikah dalam Islam berlangsung sangat sederhana, terdiri dari dua kalimat "ijab dan qabul". Tapi dengan dua kalimat ini telah dapat menaikkan hubungan dua makhluk Allah dari bumi yang rendah ke langit yang tinggi.

Dengan dua kalimat ini berubahlah kekotoran menjadi kesucian, maksiat menjadi ibadah, maupun dosa menjadi amal sholeh. Aqad nikah bukan hanya perjanjian antara dua insan. Aqad nikah juga merupakan perjanjian antara makhluk Allah dengan Al-Khaliq. Ketika dua tangan diulurkan (antara wali nikah dengan mempelai pria), untuk mengucapkan kalimat baik itu, diatasnya ada tangan Allah SWT, "Yadullahi fawqa aydihim". Begitu sakralnya aqad nikah, sehingga Allah menyebutnya "Mitsaqon gholizho" atau perjanjian Allah yang berat. Juga seperti perjanjian Allah dengan Bani Israil dan juga Perjanjian Allah dengan para Nabi adalah perjanjian yang berat (Q.S Al-Ahzab : 7), Allah juga menyebutkan aqad nikah antara dua orang anak manusia sebagai "Mitsaqon gholizho". Karena janganlah pasangan suami istri dengan begitu mudahnya mengucapkan kata cerai.

Allah SWT menegur suami-suami yang melanggar perjanjian, berbuat dzalim dan merampas hak istrinya dengan firmannya : "Bagaimana kalian akan mengambilnya kembali padahal kalian sudah berhubungan satu sama lain sebagai suami istri. Dan para istri kalian sudah melakukan dengan kalian perjanjian yang berat "Mitsaqon gholizho"." (Q.S An-Nisaa : 21).

Aqad nikah dapat menjadi sunnah, wajib, makruh ataupun haram, hal ini disebabkan karena :
I. Sunnah, untuk menikah bila yang bersangkutan :
a. Siap dan mampu menjalankan keinginan biologi,
b. Siap dan mampu melaksanakan tanggung jawab berumah tangga.
II. Wajib menikah, apabila yang bersangkutan mempunyai keinginan biologi yang kuat, untuk menghindarkan dari hal-hal yang diharamkan untuk berbuat maksiat, juga yang bersangkutan telah mampu dan siap menjalankan tanggung jawab dalam rumah tangga.
Hal ini sesuai dengan firman Allah Q.S An-Nur : 33
III. Makruh, apabila yang bersangkutan tidak mempunyai kesanggupan menyalurkan biologi, walau seseorang tersebut sanggup melaksanakan tanggung jawab nafkah, dll. Atau sebaliknya dia mampu menyalurkan biologi, tetapi tidak mampu bertanggung jawab dalam memenuhi kewajiban dalam berumah tangga.
IV. Haram menikah, apabila dia mempunyai penyakit kelamin yang akan menular kepada pasangannya juga keturunannya.
Sebaiknya sebelum menikah memeriksakan kesehatan untuk memastikan dengan benar, bahwa kita dalam keadaan benar- benar sehat. Apabila yang mengidap penyakit berbahaya meneruskan pernikahannya, dia akan mendapat dosa karena dengan sengaja menularkan penyakit kepada pasangannya.

Bagi mereka yang melaksanakan pernikahan dalam keadaan wajib dan sunnah, berarti dia telah melaksanakan perjanjian yang berat. Apabila perjanjian itu dilanggar, Allah akan mengutuknya. Apabila perjanjian itu dilaksanakan dengan tulus, kita akan dimuliakan oleh Allah SWt, dan ditempatkan dalam lingkungan kasih Allah. Lalu apa yang harus dilakukan keduanya (suami-istri) dalam mengarungi bahtera rumah tangga?
Bila suatu pernikahan dilandasi mencari keridhaan Allah SWT dan menjalankan sunnah Rosul, bukan semata-mata karena kecantikan fisik atau memenuhi hasrat hawa nafsunya, maka Allah akan menjamin kehidupan rumah tangga keduanya yang harmonis, penuh cinta, dan kasih sayang, seperti firman Allah dalam Q.S Ar-Rum : 21, sebagaimana yang sering kita dengar. "Dan diantara tanda-tanda kekuasaanNya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tentram kepadanya dan dijadikanNya diantaramu rasa kasih sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir". (Ar- Ruum : 21)

Keterangan :
- Istri-istri dari jenismu sendiri (berpasang pasangan), yaitu mempunyai ukuran yang sama, ukuran dalam bidang tujuan, ilmu, rohani, dll. Serta masing-masing dapat dengan baik memahami fungsinya, serta menjalankan kewajiban dan haknya dengan baik. Suami sebagai imam dalam rumah tangga, dan istri sebagai wakilnya. Masa awal berumah tangga, dimana kita harus dapat menyamakan pandangan dengan cara beradaptasi dengan pasangan masing-masing, serta meningggalkan sifat individual.

- Tentram, yaitu suatu masa berumah tangga dimana kita sudah saling memahami sifat pasangan masing-masing, serta mulai timbul perasaan tentram, seiring dan sejalan dalam mewujudkan tujuan berumah tangga.

- Cinta, hal ini adalah tahap selanjutnya yang kita rasakan pada pasangan kita, dimana kita mencintai tidak hanya didasarkan atas keadaan fisik atau ekonomi semata, ataupun keadaan luar saja, tetapi telah timbul perasaan mencintai yang dalam, karena Allah SWT, yang tidak tergoyahkan oleh godaan-godaan yang ada.

- Rahmah, adalah tahap akhir yang merupakan buah final dari semua perasaan, dimana pada tahap ini, kita benar-benar menjalankan pernikahan tanpa adanya halangan yang mengganggu, dan dapat terus berpasangan menuju ridho Allah SWT.

Tapi mengapa banyak sekali rumah tangga yang hancur berantakan padahal Allah telah menjamin dalam surat diatas?
Hal ini tentunya ada kesalahan pada sang istri atau suami atau keduanya melanggar ketentuan Allah SWT. Allah menanamkan cinta dan kasih sayang apabila keduanya menjalankan hak dan tanggung jawab karena Allah dan mencari keridhaan Allah, itulah yang akan dicatat sebagai ibadah. "Perjanjian Berat" Ijab Qobul, juga sebagai pemindahan tanggung jawab dari orang tua kepada suami. Pengantin laki-laki telah menyatakan persetujuannya atau menjawab ijab qobul dari wali pengantin perempuan dengan menyebut ijab qobulnya. Itulah perjanjian yang amat berat yang Allah SWT ikut dalam pelaksanaannya. Hal ini sering dilupakan pasangan suami istri dan masyarakat. Tanggung jwab yang berpindah tangan.

Tanggung jawab wali terhadap seorang wanita yang dipindahkan kepada seorang laki- laki yang menikahi wanita tersebut, antara lain:
1. Tanggung jawab memberi nafkah yang secukupnya, baik lahir maupun batin,
2. Tanggung jawab menyediakan tempat tinggal yang selayaknya,
3. Tanggung jawab untuk mendidik akhlak dan agama dengan baik,
4. Tanggung jawab untuk mengayomi, melindungi kehormatan dan keselamatan istrinya.
Setelah ijab qobul, suami menjadi pemimpin dalam rumah tangga yang akan menentukan corak masa depan kehidupan dalam rumah tangganya (suami sebagai imam).

Dengan aqad nikah, Allah SWT memberikan kehormatan kepadanya untuk menjalankan misi yang mulia.
Bismillahirrochmaanirrochiim
1. Hai sekalian manusia, bertaqwalah kepada Allah Tuhanmu yang telah menciptakan kamu dari diri yang satu dan dari padanya Allah menciptakan istrinya dan dari pada keduanya Allah memeperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. (An-Nisaa : 1)
2. Dan kawinkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu dan orang-orang yang layak (berkawin) dari hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan karunianya. Dan Allah Maha Luas (pemberiannya) lagi Maha Mengetahui. (An-Nuur : 32)
3. Dan orang-orang yang tidak mampu berkawin hendaklah menjaga kesucian(dari)nya. Sehingga Allah memampukan mereka dengan karuniaNya. (An-Nuur : 33)
4. Dan diantara tanda-tanda kekuasaanNya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tentram kepadanya dan dijadikanNya diantaramu rasa kasih sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir. (Ar-Ruum : 21)
5. Dan Dia (pula) yang menciptakan manusia dari air, lalu Dia jadikan manusia itu (punya) keturunan dan mushaharah dan adalah Tuhammu Maha Kuasa. (Al-Furqaan : 54)
6. Dialah yang menciptakan kamu dari diri yang satu, dari padanya Dia menciptakan istrinya agar dia merasa senang kepadanya. Maka setelah dicampurinya istrinya itu mengandung kandungan yang ringan dan teruslah dia merasa ringan. Kemudian tatkala dia merasa berat, keduanya (suami istri) bermohon kepada Allah Tuhannya seraya berkata "Sesungguhnya jika Engkau memberi kami anak yang sempurna tentulah kami termasuk orang-orang yang bersyukur". (Al-Araaf :189)
7. Allah mengetahui apa yang dikandung oleh setiap perempuan dan kandungan rahim yang kurang sempurna dan bertambah. Dan segala sesuatu pada sisiNya ada ukurannya. (Ar-Rad : 8)
8. kepunyaan Allahlah kerajaan langit dan bumi, Dia menciptakan apa yang Dia kehendaki. Dia memberikan anak-anak perempuan kepada siapapun yang Dia kehendaki dan memberikan anak-anak laki-laki kepada siapapun yang Dia kehendaki. Atau Dia menganugrahkan kedua jenis laki-laki dan perempuan (kepada siapa yang Dia kehendaki) dan Dia menjadikan mandul siapa saja yang Dia kehendaki. Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui lagi Maha Kuasa. (Asy-Syuura : 49-50)






Sumber: www.suaramedia.com

Dec 25, 2011

Hak-Hak Anak Yatim

Ka'ab bin Malik RA berkata, "Masalah pertama yang menyebabkan Abu Lubabah tercela adalah karena dia dan anak yatim berselisih tentang dahan banyak tangkai (yang disenanginya)." Keduanya mengadu kepada Rasulullah SAW dan beliau memenangkan Abu Lubabah. Anak yatim tersebut menangis. Lalu Rasul bersabda, "Wahai Abu Lubabah, berikanlah dahan itu untuknya." Abu Lubabah keberatan. Rasulullah SAW mengulangi permintaan beliau, "Berikanlah dahan itu kepadanya dan kamu akan mendapatkan surga."

Tapi, Abu Lubabah tetap menolak. Tidak lama kemudian datanglah Abu Dahdah menghampiri Abu Lubabah seraya berkata, "Juallah dahan itu dengan dua kotak kebunku." Abu Lubabah menerimanya. Lalu, Abu Dahdah membawa dahan itu kepada Rasulullah SAW. Ia berkata, "Wahai Rasul, jika aku berikan dahan ini kepada anak yatim itu, apakah aku akan mendapatkan semisal dahan ini di surga." Nabi SAW mengiyakannya. Maka, dahan itu diberikan kepada anak yatim itu, dan Rasul bersabda, "Betapa banyak dahan wangi yang dimiliki Abu Dahdah di surga kelak." ( HR Ahmad, Thabrani, dan Ibnu Hibban).

Hadist diatas menggambarkan betapa besarnya perhatian Rasulullah terhadap anak yatim. Kalau kita telusuri ajaran Islam, kita dapatkan aneka cara dalam memperlakukan hak anak yatim.

Pertama, berbuat baik kepada anak yatim merupakan akhlak Islam yang agung bahkan dijadikan sebagai amalan paling utama dan paling suci. (QS al-Baqarah [2]: 177). Sebelum Islam datang, anak yatim tak mendapatkan perhatian apalagi santunan yang layak. Lalu, Islam memuliakannya dan melarang untuk mengeksploitasinya. (QS al-An'am: 152-153, al-Isra: 34). Memakan harta anak yatim merupakan salah satu dosa besar dan penyebab masuk neraka. Rasul SAW bersabda, "Jauhilah tujuh dosa besar, yakni menyekutukan Allah, sihir, membunuh jiwa yang diharamkan kecuali dengan hak, memakan riba, memakan harta anak yatim, lari dari medan perang, dan menuduh zina wanita mukmin yang lalai." (HR Bukhari dan Muslim).

Kedua, Alquran melarang penghinaan dan menyakiti anak yatim. (QS al-Fajr: 15-23, adh-Dhuha; 9, al-Ma'un: 1-3). Dan

ketiga, Alquran memerintahkan supaya kita memuliakan anak yatim dan balasannya adalah surga. (QS al-Insan: 8-22).

keempat, Nabi telah menegaskan bahwa anak yatim dan wanita lemah adalah golongan yang harus diperhatikan dan dipelihara. Abu Syureih al-Khuza'i meriwayatkan bahwa ia berkata, Rasulullah SAW bersabda, "Ya Allah, aku merasa berat dengan hak dua kelompok lemah ini, yaitu hak anak yatim dan hak perempuan." ( HR an-Nasai).

Kelima, Islam menegaskan bahwa penyantun dan penjamin anak yatim akan menjadi teman dekat Rasulullah di surga. "Aku dan penjamin anak yatim berada dalam surga seperti telunjuk dan jari tengah". Rasul mengisyaratkan dengan dua jari tengah dan menjarangkan jari-jari lainnya. ( HR Bukhari dan Ahmad).

Keenam, rumah terbaik adalah rumah yang di dalamnya ada anak yatim yang dimuliakan, dan sejelek-jelek rumah adalah rumah yang ada anak yatim, namun dihinakan. Dari sini, kita wajib menyantuni anak yatim dan memperhatikan hak-hak mereka bukan saja aspek material tapi juga aspek pendidikan, ekonomi, sosial, dan spiritual.









Thanks to Prof Dr KH Achmad Satori Ismail

Dec 22, 2011

Tips dan Doa untuk Membahagiakan Orang Tua

1. Kita harus jeli mencari tahu apa yang membuat orang tua bahagia, dan pastikan kita yang melakukannya.

2. Biasanya orang tua rela menderita dan menyembunyikan penderitaan itu demi kebahagiaan anaknya.

3. Percuma kita berhasil dalam bisnis dan karir tetapi tidak bisa membahagiakan orang tua.

4. Jangan sampai kita berjuang sekuat tenaga membagiakan pimpinan (bos) kita tapi mengabaikan orang tua.

5. Biasanya orang tua tidak mengharapkan balasan apapun dari kita kecuali prestasi yang bisa membuat mereka bangga dengan kita.

6. Tak ada manusia yang sempurna termasuk orang tua kita. Agar kita bahagia fokuskanlah pada kelebihan & keistimewaannya.

7. Bisa dipastikan bahwa kita tidak mungkin membalas kebaikan orang tua, setidaknya kita masih bisa berdoa untuknya.

8. Duhai Allah, aku mohon kepada-Mu jangan Engkau cabut nyawaku sebelum aku mampu membuat orang tuaku bangga kepadaku.

9. Jadikanlah aku orang yg mampu membuat orang tuaku bersyukur atas lahirnya aku di semesta ini.

10. Jauhkanlah aku menjadi orang yang justru membuat orang tuaku malu karena telah melahirkan aku.

11. Jadikanlah setiap langkahku sebagai kebaikan yang pahalanya juga mengalir kepada orang tuaku.

12. Jadikan pula setiap tindakanku mampu mengangkat derajat orang tuaku di sisi-Mu.

13. Jadikan pula kami orang tua yang mampu mendidik anak- anak kami sehingga mereka menjadi pemimpin bagi orang-orang yang sholeh.

14. Ya Allah, walau hanya dalam khayalan izinkan aku memeluk orang tuaku sampai aku tertidur dan terbawa dalam mimpiku.




(thanks to owner iswandibanna & ustadz Jamil Azzaini)

Sep 7, 2011

Fokus Kedalam Dirisendiri

Image and video hosting by TinyPic
Alangkah baiknya orang-orang yang sibuk meneliti aib diri mereka sendiri dengan tidak mengurusi (membicarakan) aib- aib orang lain. (HR. Ad-Dailami)

Sangat mudah, dan ringan sekali mulut kita membicarakan orang lain. Dan terkadang, memang begitulah hobi manusia dalam mengisi waktu lapang/kesenangan -disadari ataupun tidak- yaitu: mengatakan orang lain.

Lidah memang tidak bertulang, tapi lidah yang tanpa tulang ini, dapat menjadi jauh lebih tajam dan menyakitkan dari pada sebilah pedang.

Peringatan tentang hal ini telah disampaikan oleh suri teladan terbaik umat manusia, Rasulullah Muhammad SAW,

Kebanyakan dosa anak Adam karena lidahnya. (HR. Ath- Thabrani dan Al-Baihaqi)

Dan bahkan ada ganjaran kebaikan yang besar bagi orang- orang yang mampu mengendalikan lisannya dari mengucap hal yang buruk,

Siapa yang memberi jaminan kepadaku untuk memelihara di antara rahangnya (mulut) dan di antara kedua pahanya (kemaluan) niscaya aku menjamin baginya syurga. (HR. Bukhari)

Berkata sesuai Fakta (?)

"kita bukan memfitnah tapi Cuma mengatakan hal yang fakta ", begitu alasan mereka.

Seandainya memang benar bahwa apa-apa yang dibicarakan itu merupakan kebenaran (fakta), namun tetap lebih utama bagi kita untuk menghindari pembicaraan yang menyangkut hal-hal yang tidak baik dalam diri orang lain,

Dari Abu Hurairah Radliyallaahu 'anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda: "Tahukah kalian, apa itu ghibah."

Mereka menjawab: Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui.

Beliau bersabda: "Yaitu, engkau menceritakan saudaramu apa yang tidak ia suka."

Ada yang bertanya: Bagaimana jika apa yang aku katakan benar-benar ada pada saudaraku?.

Beliau menjawab: "Jika padanya memang ada apa yang engkau katakan, maka engkau telah mengumpatnya dan jika tidak ada, maka engkau telah membuat kebohongan atasnya." (HR. Muslim)

Perhatikanlah Diri Sendiri Dan sebagaimana hadits yang telah diungkap di awal tulisan,

Alangkah baiknya orang-orang yang sibuk meneliti aib diri mereka sendiri dengan tidak mengurusi (membicarakan) aib- aib orang lain. (HR. Ad-Dailami)

Maka akan lebih baik bagi kita untuk lebih mencermati kekurangan, keburukan, dan aib yang ada pada diri kita sendiri.

Tentunya sebagai bagian dari perhatian diri, bahan muhasabah, perbaikan, dan juga bermohonan taubat/ ampunan. Seandainya hal ini kita semua lakukan, tentu tidak akan pernah ada pepatah yang mengatakan “semut di hujung lautan, tampak; gajah di pelupuk mata, tidak nampak.”

Beruntunglah bagi orang-orang yang sibuk memperbaiki diri, berbahagialah mereka.














Sumber: Sebening Embun Pagi

Sep 1, 2011

Sarana Pengetuk Hati

Islam adalah agama saya, alhamdullilah saya terlahir sudah menyandang agama islam, mulai dari orang tua, kakek-nenek, buyut dan seterusnya ke atas pohon keluarga alhamdullillah kami beragama islam.

Image and video hosting by TinyPic

Sengaja saya buat artikel islam pada pada blog pribadi ini, dengan bertujuan untuk bahan keilmuan buat saya pribadi dalam belajar untuk menjadi seorang muslim yang baik. Terkadang kita sebagai manusia seringkali khilaf dengan diri sendiri yang menyangkut masalah agama. Maka dari dari itu dengan sengaja dan dibarengi harapan untuk bisa menjadi perenungan saya bikin label ini. Moga tujuan penulisan ini bisa bermanfaat untuk saya pribadi dan pengunjung blog ini.
Amin Ya Allah...
 

personal blog Copyright © 2011 | Template created by O Pregador | Powered by Blogger